By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan Momentum Bersihkan Dosa dan Residu yang Sudah Berkarat selama 11 Bulan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
GagasanKhazanah

Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan Momentum Bersihkan Dosa dan Residu yang Sudah Berkarat selama 11 Bulan

Dwi Widiyastuti
Last updated: 21 Maret 2023 09:04 09:04
By Dwi Widiyastuti
8 Min Read
Share
SHARE

Oleh: Ahmad Rofiq*)

OPINI JATENG – Organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, serta pemerintah sepakat 1 Ramadhan 1444 H jatuh pada 23 Maret 2023 M, tentu dilakukan sidang itsbat setelah rukyah bil fi’li di berbagai daerah.

Namun ada saja sekelompok jamaah umat Muhammad Saw yang sudah mulai puasa dan tarawih dua hari sebelumnya. Mereka menganggap sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Oleh media, jamaah ini diidentifikasi sebagai pengikut aliran Naqsyabandiyah.

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Kasih Sayang Allah Sangat Terlihat di Bulan Sya’ban dan Ramadhan

Dan, masyarakat yang lainnya pun menanggapinya biasa-biasa saja. Ini cukup membanggakan, karena menunjukkan sikap kedewasaan dalam beragama.

Sebagaimana proposisi di dalam ilmu fiqh, “man lam yasyumma raihata l-khilaf lam yasyumma raihata l-fiqh” artinya “barangsiapa tidak bisa mencium aroma perbedaan pendapat, sama halnya ia tidak bisa mencium aroma fiqh”.

Urusan beribadah memang harus sejalan dengan keyakinan. Namun keyakinan itu juga harus didasari dengan ilmu.

Syeikh Ahmad bin Ruslan asy-Syafi’i mengatakan: “Wa kullu man bi ghairi ‘ilmin ya’malu a’maluhu mardudatun la tuqbalu” artinya “dan setiap orang yang dengan tanpa ilmu mengamalkan (sesuatu) maka amal perbuatannya itu ditilak, tidak diterima”. Husnudhan saja bahwa mereka mendahului tarawih dan puasa sesuai dengan pengetahuan dan keyakinannya.

BACA JUGA:UKW Joglosemar, Cetak Insan Pers Melek Etika dan Skill

Sambil menunggu hasil rukyah dan sidang itsbat Kementerian Agama, dan menanti kehadiran Bulan Suci Ramadhan, marilah memuji dan bersyukur ke hadirat Allah SWT. Hanya karena kasih sayang dan anugerah-Nya kita masih dapat menghirup udara segar, dan dengan nikmat iman dan Islam, kita merasa butuh untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. 

Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan pada Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Semoga semua urusan kita dimudahkan oleh Allah.

Menyucikan Dosa-dosa

Ada beberapa hal yang perlu dipahami, pertama, Ramadhan adalah kesempatan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, untuk membersihkan dosa dan residu yang boleh jadi sudah berkarat selama sebelas bulan.

Melalui Puasa Ramadhan dan menghidupkan malam-malam Ramadhan, Allah memberikan kesempatan kepada kita sebagai hamba-hamba-Nya yang beriman, untuk menyucikan dosa-dosa vertikal dan horizontal.

BACA JUGA:LPPOM-MUI dan Perppu ke UU Cipta Kerja, Prof Ahmad Rofiq: Makin Banyak Kompetitor

Rasulullah saw menegaskan: “Man shama Ramadhana imanan wa ihtisaban ghufira lau ma traqaddama min dzanbihi” artinya “barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan muhasabah, diampuni dosanya yang telah lalu” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).
  
Kedua, pada bulan Ramadhan, adalah awal diturunkannya Alquran. Alquran diturunkan sebagai hidayah atau petunjuk bagi manusia, agar mampu merawat fitrah kemanusiaannya, dapat memanusiakan dirinya sendiri dan juga orang lain.

Fitrah manusia adalah bertuhankan Allah, bertauhid, Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, manusia yang menjaga fitrahnya, dia akan senantiasa rendah hati, tawadhu’, dan menjauhkan diri dari sombong, takabur, riya dan sum’ah.

Orang yang menjaga fitrahnya, ia selalu berusaha untuk belajar sepanjang hayat, bertutur kata secara lembut, menjaga akhlakul karimah dan budi pekertinya, agar ia mampu menduplikasi sifat Rahman dan Rahim Allah.

Syekh Muhammad al-Ghazali, penulis Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad saw menyatakan, “Meskipun begitu banyak buku ditulis tentang Nabi Muhammad, sosok agung itu tidak akan pernah selesai diungkap secara final. Sebab batinnya menyamudra dan ilmunya mencakrawala. Di dalam dirinya tersimpan segala kearifan masa lalu, dan segala pengetahuan suci masa depan.”

BACA JUGA:Senator Abdul Kholik Yakini Pesantren Tahfidz MAJT Akan Lahirkan Para Penghafal Alquran Yang Dibutuhkan Masyarakat

“Karena itu tidaklah meleset ketika seorang sufi Persia dari abad ke-12 menulis bait berikut ini: “Muhammad walaupun engkau ummi, tidak bisa baca tulis, tetapi seluruh perpustakaan dunia tersimpan rapi dalam dirimu. Ini karena ilmu yang menggenang dalam diri beliau, adalah merupakan anugerah tak kepalang yang meluruh secara langsung (ladunni) dari tahta keagungan Allah SWT”.

Rasulullah Saw Sosok Uswatun Hasanah

Rasulullah saw dihadirkan oleh Allah ke muka bumi ini, sebagai figur teladan yang baik (uswatun hasanah) yang memiliki empati, simpati, dan kepedulian yang sangat kuat ketika melihat, menghadapi situasi ketidakadilan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh sesama orang-orang yang beriman.

Beliau letakkan fondasi hidup ini, di atas kerangka yang sangat kuat yakni iman dan amal salih. Iman adalah fondasi batin, hati yang kuat, dan akidah yang kokoh, yang tidak mudah tergoyahkan oleh apapun, apalagi hanya godaan dan iming-iming keduniawian dan jabatan.

BACA JUGA:MAKI: Menkeu Harus Menolak Pengunduran Diri Rafael

Ketiga, puasa mendidik kita menjadi manusia yang memiliki kedermawanan, setelah merasakan lapar dan haus sementara. Banyak saudara kita yang boleh jadi masih lapar dan haus berkepanjangan.

Karena itu, Rasulullah saw menganjurkan memberi takjil, baik melalui infaq atau sedekah, agar kita mampu membahagiaan saudara kita yang berpuasa.

Islam diturunkan untuk merealisasikan kasih sayang Allah di muka bumi ini (rahmatan lil ‘alamin). Rasulullah Muhammad saw memberikan teladan dan tuntunan, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berpemerintahan, beliau mengedepankan sifat dan sikap lemah lembut namun tegas, selalu menjadi pemaaf.

Bahkan Rosul selalu memohonkan ampunan orang lain kepada Allah SWT, dan di atas segalanya sangat menghormati dan mengajak orang lain bermusyawarah dan bekerja keras, namun tetap bertawakkal kepada Allah SWT agar tidak takabbur namun rendah hati. 

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 159).

Mengakhiri renungan ini, mari kita cermati ungkapan al-Syibli, seorang sufi sezaman dengan Al-Hallaj di awal abad ke-10 dalam puisi berikut: Setiap rumah yang engkau diami, tidak membutuhkan lampu sama sekali, dan pada hari ketika bukti-bukti dibawakan, maka buktiku adalah wajahmu”. 

Di samping sebagai cahaya spiritual yang sanggup menyinari jiwa-jiwa manusia yang dahaga, Muhammad juga merupakan sandaran yang ampuh yang menghubungkan antara manusia kebanyakan dengan Tuhan.

Karena itu dia disebut barzakh, perantara. Maka tak salah, kalau pada hari kebangkitan, ketika bukti-bukti amal ditampakkan oleh Tuhan, al-Syibli – dan kita semua – berharap untuk dilumuri cahaya Nabi Junjungan itu, untuk dapat meraup syafaat beliau.

Semoga melalui pemahaman makna diturunkannya Al-Qur’an di bulan Ramadhan, kita mampu menjadikan ibadah puasa menjadi perisai diri kita, wasilah dan instrument untuk membersihkan dan mensucikan diri kita, untuk kembali kepada fitrah kemanusiaan kita.

Ahlan wa sahlan ya Ramadhan, Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang bersih dari segala macam dosa. Allah a’lam, bi sh-shawab.
 
*)Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung (RSI-SA) Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat dan Ketua DPS BPRS Kedung Arto Semarang.***

You Might Also Like

Jabatan dan Kebahagiaan
10 Rahasia Cantik dan Menarik Tanpa Make Up Bikin Suami Betah di Rumah
Prompt Efektif: Kunci Mengoptimalkan Chatbot AI
Kota Semarang Menyemai Pecinta Al-Qur’an
Memberi Kunci Menjemput Kesuksesan
TAGGED:alquranBulan Suci RamadhanibadahinfakMuhammadiyahNaqsyabandiyahNUNuzulul QuranProf Ahmad RofiqpuasaRamadhanRasulullah Sawrukyah bil fi'liSedekahshaumsidang itsbattakjilUswatun Hasanah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Prof Ahmad Rofiq: Kasih Sayang Allah Sangat Terlihat di Bulan Sya’ban dan Ramadhan
Next Article SMK NU Ma’arif Kudus Siap Go International
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?