Bukan Sekadar Bansos! Kemensos Catat 146 Ribu Keluarga Keluar dari Kemiskinan pada 2026

Paskah Hariyani
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Bantuan sosial melalui program sembako dan PKH menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu keluarga rentan memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan.

OpiniJateng.com-Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat peningkatan jumlah keluarga yang berhasil keluar dari kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi. Pencapain ini menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga perlu mendorong masyarakat agar mampu membangun usaha dan memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Kemensos Dorong Keluarga Miskin Lebih Mandiri

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa jumlah keluarga yang berhasil keluar dari garis kemiskinan meningkat dari lebih dari 77.339 keluarga pada 2025 menjadi lebih dari 146.578 keluarga pada 2026.

Kemensos juga mencatat peningkatan penerima manfaat program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang berhasil mengembangkan usaha mandiri. Jumlahnya naik dari 5.031 orang pada 2025 menjadi 7.455 orang pada 2026.

Angka tersebut memperlihatkan pentingnya program yang tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka untuk memperoleh penghasilan secara berkelanjutan.

Pemberdayaan Ekonomi Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Rumah Sejahtera Terpadu Terus Bertambah

Kemensos turut memperluas pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga. Jumlah pembangunan program ini meningkat dari 784 unit pada 2025 menjadi lebih dari 7.914 unit pada 2026.

Selain dukungan tempat tinggal, pemerintah juga memperkuat rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan lanjut usia. Kemensos telah memberikan layanan terapi kepada lebih dari 13 ribu penyandang disabilitas serta layanan pendidikan kesetaraan kepada 1.535 orang.

Akurasi Data Menentukan Ketepatan Bantuan

Pemerintah juga memperbaiki pendataan penerima bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kemensos bersama kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah telah memverifikasi 14,4 juta keluarga melalui pengecekan lapangan.

Perbaikan data ini membantu pemerintah mengenali kondisi masyarakat secara lebih akurat dan menentukan kelompok yang membutuhkan dukungan. Kemensos juga mencatat lebih dari 4,3 juta keluarga baru masuk dalam jangkauan Program Keluarga Harapan (PKH), sementara lebih dari 18 juta keluarga menerima bantuan sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Tantangan Berikutnya, Menjaga Kemandirian Keluarga

Peningkatan jumlah keluarga yang keluar dari kemiskinan menjadi capaian penting. Namun, pemerintah tetap perlu memastikan bahwa keluarga tersebut mampu mempertahankan penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup setelah mengalami peningkatan kesejahteraan.

Pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, akses permodalan, serta perluasan pasar menjadi faktor penting agar masyarakat tidak kembali terjebak dalam kemiskinan.

Keberhasilan program pemberdayaan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari jumlah keluarga yang keluar dari daftar penerima bantuan sosial. Ukuran yang lebih penting ialah kemampuan mereka mempertahankan usaha, memperoleh penghasilan yang stabil, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera secara mandiri.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *