By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Muhammad Nur Temukan Alat GenGoNAM Pereduksi Pestisida pada Sayur dan Buah untuk Pencegahan Stunting
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
News

Prof Muhammad Nur Temukan Alat GenGoNAM Pereduksi Pestisida pada Sayur dan Buah untuk Pencegahan Stunting

Sri Setiyowati
Last updated: 19 Desember 2021 10:16 10:16
By Sri Setiyowati
5 Min Read
Share
Prof Dr Muhammad Nur
Prof.Dr. Muhammad Nur,DEA, Ketua Center for Plasma Research Undip bersama Prof. Dr.Ignatius D.A. Sutapa, Msc, Koordinator Program PRN Stunting dan juga Profesor Bidang Teknik Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
SHARE

OPINIJATENG.COM- Unversitas Diponegoro (Undip) Semarang temukan alat untuk membantu pemerintah mencegah stunting pada anak. Alat ini yang merupakan hasil penelitian Guru Besar Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof.DR.Muhammad Nur, DEA.

Alat yang diberi nama Generator Gelembung Ozon Nano & Mikro (GenGONam) dikembangkan di Center for Plasma Research Undip sebagai pereduksi pestisida yang ada pada sayuran dan buah melalui pencucian dengan gelembung mikro ozon.

GenGONam merupakan salah satu inovasi yang terpilih dalam Program Prioritas Riset Nasional (PRN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Stunting 2021-2024.

BACA JUGA:BKKBN Gandeng BP4 Jateng Turunkan Kasus Stunting

“Saya berharap melalui riset dan inovasi yang kami kembangkan ini bisa menghilangkan pestisida yang ada di makanan dan dapat membantu menangani kasus stunting terhadap anak,” jelas Prof Nur saat melakukan demo alat hasil riset terbarunya dalam konferensi pers yang digelar secara hybrid (luring dan daring) Gedung Acytia Persada Fakultas Sains dan Matematika, Undip Sabtu 18 Desember.

Rasa keprihatinan Prof Muhammad Nur terhadap kasus stunting mendorongnya untuk menemukan alat tersebut. Penelitian inovasi ini Prof Nur dibantu beberapa peneliti diantaranya Dr. Dra Sumariyah M.Si, (Ketua); Dr. dr. Suhartono M.kes (Anggota); Dr. Ir Eny Fuskhah, M.Si (Anggota); dan Ahmad Ni’mattulah Al-Baarri, S.pt. M.P., Ph.D sebagai anggota.

“Saat ini produk makanan yang dikonsumsi masyarakat banyak mengandung pestisida yang berbahaya menyebabkan tubuh tidak bisa berkembang dengan baik dan lebih mengerikan mengganggu berkembangnya kecerdasan,” jelasnya.

BACA JUGA:Telinga Berdenging? Kenali 5 Penyebabnya

Prof Nur menjelaskan cara kerja alat GenGoNAM. Ozon dalam bentuk gelumbung mikro dan nano lebih mudah larut dalam air. Air yang terlarut ozon digunakan untuk mencuci produk holtikultura khususnya sayur dan buah yang mengandung pestisida.

Pencucian dilakukan dengan menggunakan wadah yang diputar (dikenal dengan pesawat sentrifugal) agar air bekas cucian langsung keluar dan tidak mengenai produk lagi.

Untuk membangkitkan gelembung nano – mikro- ozon, keluaran ozon melalui selang silikon dimasukkan dalam ujung saluran udara melalui pipa venture.

Keluaran dari venture tersebut terbentuk gelembung ukuran mikro dan nano. Kemudian air dari wadah pelarutan dipompa berulang kali sehingga konsentrasi yang terlarut akan lebih cepat mencapai tingkat yang diperlukan dalam pemanfaatan air dengan ozon terlarut pencucian.

BACA JUGA :Belajar Kearifan dan Marwah dari Syekh Hatim Al-‘Asham

Menurut Prof Muhammad Nur, Ozon mengandung tiga atom oksigen. Di dalam air satu atomnya akan terlepas menjadi oksigen radikal. Oksigen radikal inilah yang merusak senyawa pestisida dan terlepas dari permukaan sayur dan buah.

Dengan gabungan air berozon dan pesawat sentrifugal, berbagai uji yang dilakukanuntuk mereduksi pestisida mencapai 95 persen dalam 10 menit. Hal ini menjadikan bahan baku makanan tidak terkontaminasi pestisida sehingga aman dikonsumsi ibu menyusui dan anak.

GenGoNAM
Foto sampel dan perlakuan terhadap sampel./Tangkapan Layar dokumen CPR.

Koordinator Program PRN Stunting dan juga Profesor Bidang Teknik Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc, yang turut hadir bersama tim mengatakan inti program PRN Stunting ini merupakan komitmen pemerintah dengan mendukung program riset nasional terkait dengan percepatan penanganan stunting.

“Sebanyak 250 proposal yang masuk program ini dipilih 38 proposal dalam Program Riset Nasional Stunting ini dan 7 proposal berasal dari Undip. Kami berharap bahwa ke depan Undip bisa memberikan kontribusi nyata dari hasil program ini, sehingga tujuan jangka menengah Undip dapat membantu target pemerintah menurunkan kasus stunting yang ada di Indonesia dari 30% menjadi 14,5 persen bisa tercapai,” harapnya.

Menurutnya, kasus stunting masih menjadi problem bagi pemerintah Indonesia. Hasil penemuan kasus stunting di Indonesia masih di atas 30 persen, sementara badan kesehatan dunia, WHO, mematok kasus stunting di setiap negara harus bisa di bawah 20 persen. Artinya ada pekerjaan rumah yang besar dalam hal stunting yang harus diatasi secara bersama agar generasi mendatang kondisinya lebih baik.

BACA JUGA:Asyik Menulis Bareng Alumni SMAN 1 Banjarnegara: Menulis untuk Keabadian

“Target utama program ini adalah riset dan inovasi bisa memberikan kontribusi terhadap hal-hal yang konkrit, bisa berupa teknologi, produk pangan, peta jalan, konten untuk pendidikan literasi atau konsep-konsep yang dibutuhkan. Aspeknya adalah mencangkup asupan gizi, mindset atau perilaku dan ketiga adalah ketersediaan sanitasi air mimun bersih,” Ignasius Sutapa menambahkan.

Guru Besar Undip menemukan alat untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia. Alat yang bernama GenGoNAM berfungsi mereduksi bahaya pestisida pada makanan buah dan sayur sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat khususnya ibu menyusui dan anak-anak. (Sumber Humas Undip)***.

You Might Also Like

September 2025 Muktamar PPP: Taj Yasin Kandidat Terkuat Ketum
Respon Permintaan Erick Thohir, Pertamina Intruksikan Toilet SPBU Gratis
Bansos PKH Tahap 4 Sudah Dapat Dicairkan, Cek Aplikasi Bansos
Cara Download Sertifikat SKD CAT BKN, untuk CPNS, PPPK maupun Sekolah Kedinasan
Pasar Manyaran Semarang Dilalap Si Jago Merah, Sekitar 10 Kios Ludes Terbakar
TAGGED:Penemuan Alat GenGoNAMProf Muhammad Nur DEAundip
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 55
Next Article Prof Dr Muhammad Nur Cegah Stunting Guru Besar FSM UNDIP Kembangkan Alat Pereduksi Pestisida pada Sayur dan Buah
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?