By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 96
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 96

Arifin
Last updated: 24 Januari 2022 21:08 21:08
By Arifin
5 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Sebuah perusahaan pemasok kayu gelondongan yang cukup besar, terletak di pinggir Sungai Barito.

Mereka disambut langsung oleh pemiliknya, Pak Syamsudin.

Walau namanya Syamsudin, karena kulitnya putih, matanya agak sipit, oleh karyawan, kolega, dan partner dagangnya, dipanggil Koh Syam.
Tapi Pak Syamsudin senang saja dipanggil Koh Syam.

Jadilah Koh Syam nama populer.

“Wah, selamat datang di Bumi Kalimantan, Bu Lita. Senang sekali saya dikunjungi Bu Lita. Isteri tokoh politik yang hebat. Bagaimana kabar Pak Theo?” Koh Syam langsung memberondong Lita dengan sapaan yang hangat.

“Kabar baik, Koh Syam. Bapak juga sehat-sehat saja. Biasa. Terus saja sibuk. Kayaknya ngurus negara ini tak kan ada habis-habisnya.” Seloroh Lita, menanggapi sapaan Koh Syam.

“Hahaha, iya betul, Bu. Ngurus negara tak kan pernah ada habisnya. Mendingan ngurus kayu saja. Seperti saya,” kembali Koh Syam bercanda dengan hangat.

“Ini mesti putra Pak Theo ya. Sekilas melihat sudah bisa ditebak. Wajahnya kayak foto copy beliau saja.”

Berkata begitu, Koh Syam menepuk dan merangkul bahu Iben.

Iben hanya tertawa kecil.

Sedang Lita juga tersenyum kecil menanggapi seloroh Koh Syam.

“Mas, kurang sehat ya. Badannya kok agak panas.” Kata Koh Syam setelah memegang tangan Iben.

BACA JUGA:BKKBN Gandeng BP4 Jateng Turunkan Kasus Stunting

“Iya, Koh. Katanya kepalanya pusing badannya meriang.”

Lita yang menjawab mewakili Iben.

“Oh, tak apa. Nanti aku kasih batu Martapura, dipakai langsung hilang itu pusing dan meriang.” kata Koh Syam lagi, dengan menepuk-nepuk pundak Iben.

“Kok hanya Iben yang diberi, Koh. Aku juga mau lho, ya. Hehehe…” Lita jadi ikut-ikutan berseloroh.

“Oh, beres. Beres Bu. Untuk Bu Lita, aku pilihkan yang paling spesial, nanti. Hehehe…” Koh Syam jadi makin bersemangat.

BACA JUGA:BKKBN Gandeng BP4 Jateng Turunkan Kasus Stunting

Begitulah Lita.

Bila bertemu dengan pelanggan bisa membangun komunikasi yang hangat dan menyenangkan.

Ketika bertemu, justru lebih banyak ngobrol ringan tentang hal-hal sepele.

Yang penting justru membangun kehangatan dalam menjalin hubungan personal.

Persoalan inti yang jadi tujuan utama pembicaraan, malah terkadang hanya disinggung selintas di akhir pertemuan.

Dan semuanya selesai dengan baik.

Menyenangkan kedua belah pihak.

“Koh Syam, itu Pak Ali cerita ke saya. Sekarang kok Koh Syam agak rewel menyiapkan pesanan saya. Ada apa to sebenarnya? Mbok ya kalau ada masalah, saya diberitahu. Kalau Koh Syam gak ngomong, bagaimana saya tahu si Koh ada masalah? Beberapa kiriman terakhir kemarin, kok saya diberi banyak gelondongan yang bolong di tengah. Tidak seperti biasanya. Ada apa, Koh?”

BACA JUGA:BP4 Jateng Mengusulkan agar Bimbingan Pranikah Diwajibkan

Lita mulai masuk pada tujuan pertemuan.

“Aduh..aduh, maafkan aku, Bu. Bukan maksudku mau ngirim gelondongan jelek kepada ibu. Tapi memang, pasokan dari hulu, akhir-akhir ini banyak yang berlobang keropos di dalam begitu. Sekarang susah cari yang kelas premium utuh, Bu. Kalau yang medium masih cukup banyak. Lha, Pak Ali, mintanya selalu yang premium. Hehehe…”

“Untuk pelanggan setia, mestinya diberi yang terbaik dong, Koh. Pokoknya, aku tidak mau lagi dapat yang bolong keropos begitu. Kalau dapat lagi, pasti aku retour. Kerugian risiko Koh Syam tanggung sendiri.” Lita seperti mengancam.

“Wah..wah..wah… Jangan begitu dong, Bu. Oke deh, mulai besok aku kirim yang terbaik untuk ibu. Sebagian kelas medium juga ya, Bu?” Koh Syam mencoba bernegosiasi.

“Gak mau, Koh. Aku minta kelas premium. Kalau saya perlu medium, nanti tentu saya kabari dulu.”

“Ya, Bu. Aku usahakan selalu yang terbaik untuk ibu. Tak usah lapor Pak Theo lho, ya.” Lagi-lagi Koh Syam berseloroh.

BACA JUGA:PTA Semarang akan Gelar Diklat Mediator Masalah Keluarga Bekerja Sama dengan BP4

“Kalau perlu lapor, ya saya laporkan lah.” ujar Lita sambil tersenyum.

“Waduh, bisa dijithak Bapak saya nanti. Hehehe…” Kembali Koh Syam tertawa.

Pertemuan berakhir sukses.

Ada titik temu di antara Lita dan Koh Syam.

Masalah selesai.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 131
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 71
Tes Kepribadian: Siapa Orang Pertama yang Anda Bantu? Pilihanmu Menggambarkan Karaktermu
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 94
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 107
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dua Komplotan Lintas Provinsi Dibekuk Polda Jateng
Next Article Masjid dan Pemakmuran Umat
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?