By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 122
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 122

Arifin
Last updated: 18 Februari 2022 13:05 13:05
By Arifin
5 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Senin pagi, Theo sudah siap terbang kembali ke Jakarta.

Lita ikut mengantar ke bandara.

Tak ada yang istimewa.

Semalam Theo masih minta dilayani.

Tapi, Theo sudah tidak ceriwis lagi.

Walaupun Lita tidak menyambut hangat hasratnya, Theo seperti tidak peduli.

Yang penting kebutuhan biologisnya terpenuhi.

Setelah puas, Theo langsung mendengkur.

Lita melotot sendiri sampai menjelang dini hari.

Sudah barang tentu, Lita setengah loyo pagi ini.

Theo sudah memperingatkan, tak perlu ikut ke bandara.

Tapi, Lita tetap ikut mengantar ke bandara.

Pesawat Garuda take off pukul tujuh.

Masih pukul enam.

BACA JUGA: Jangan Sia-siakan Shalat Kita dengan Menebar Fitnah

Masih ada waktu satu jam sebelum boarding.

Lita mengajak Theo masuk ke counter bakso di ujung barat dekat terminal keberangkatan.

Lita pesan bakso dan teh lemon.

Theo pesan mi ayam dan kopi.

Sambil menikmati pesanan masing-masing, mereka berbincang ringan.

“Ayah kapan pulang ke Semarang lagi?” tanya Lita.

“Belum tahu. Nantilah aku kabari. Minggu-minggu ini aku pasti sibuk, merumuskan hasil Raker kemarin. Banyak hasil Raker yang harus segera ditindaklanjuti.”

Theo menjelaskan agendanya.

Lita hanya manggut-manggut pelan.

Selalu saja Theo bicara tentang pekerjaan.

BACA JUGA: Akibat Hujan dan Angin Kencang, Rumah Warga Lebakwangi Pagedongan Tertimpa Pohon

Bicara tentang politik.

Yang dia sendiri kadang tak begitu paham, apa maksudnya.

Tapi sebagai istri, dia mencoba untuk menyesuaikan dengan selera pembicaraan Theo.

“Berita televisi dan koran, sekarang, lagi rame menyoroti tentang pejabat-pejabat yang korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi, yang baru saja dibentuk, sudah mulai banyak menjerat pejabat.”

Lita ingin mengatakan, dia pun selalu mengikuti berita politik.

“Ah, kamu tahu apa tentang korupsi. Berita itu lebih banyak mengada-ada. Biasa. Wartawan kan cari makan dengan menjual berita. Nanti kalau sudah dibikin kenyang, kan diam sendiri.” sahut Theo, dengan nada seperti tak suka kalau Lita ikut bicara tentang dunianya.

Tanpa terasa, sudah hampir setengah jam mereka nongkrong makan bakso dan mi ayam.

Tiba waktunya Theo harus masuk waiting room menunggu saat boarding.

Sebelum Theo masuk, Lita memegang tangan Theo.

“Yah, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.” katanya lirih.

Bahkan terdengar tercekat di tenggorokan.

Theo berdiri tegak.

Tidak bergerak.

“Ada apa?” tanyanya datar.

BACA JUGA:Etika Berbicara Santun dengan Orang Lain, Terapkan

“Entah ini kabar baik atau kabar buruk, untuk ayah. Sudah beberapa hari ini, aku…belum menstruasi.”

Lita menundukkan kepala.

Theo mendongakkan wajah Lita.

Menatap mata Lita.

“Apakah kau ingin berkata, kau mulai hamil?” Theo seolah menegaskan.

“Ehm.. Belum tahu pasti. Nanti aku cek dulu untuk kepastiannya. Yang jelas, sudah beberapa hari ini, aku terlambat mens. Aku hanya ingin ayah tahu dulu. Jadi, nanti kalau aku beri kabar pastinya, ayah tidak kaget lagi.”

“Hehehe…. Baguslah. Semoga benar kamu hamil. Berarti aku akan punya anak lagi.” kata Theo tertawa lebar.

Lita menarik nafas panjang.

Rasanya dadanya lega, terbebas dari himpitan beban maha berat.

“Jadi, ayah senang kalau aku benar-benar hamil?”

Lita seperti masih ingin menegaskan.

“Ya iyalah. Aku senang dan bangga masih bisa menghamili kamu. Hehehe…” Sekali lagi Theo tertawa.

Meskipun jawaban Theo terdengar kurang ajar, agak memanaskan kuping, tetapi Lita ikut tersenyum.

Dipukulnya tangan Theo pelan.

BACA JUGA:Yang Pahit dalam Hidup adalah Berharap kepada Manusia

“Ih, ayah bisa saja…”

“Baiklah. Segera cek ya. Hamil beneran gak tuh. Nanti aku segera kabari hasil ceknya. Oh, ya. Tolong juga, itu Iben diurus yang bener. Itu anak makin lama kok makin kacau saja. Kayaknya, kalau di depan kamu, sekarang kacaunya sudah agak berkurang.”

Lita hanya tersenyum.

Kepalanya mengangguk kecil.

“Dah ya. Aku masuk. Aku tunggu kabar hasil cek hamilmu.” berkata begitu, Theo melangkah masuk pintu gerbang terminal keberangkatan.

“Dah…” Lita melambaikan tangan sampai punggung Theo hilang di balik kerumunan penumpang lain yang juga berjejalan memasuki pintu gerbang.

Lita menarik nafas panjang lagi.

BACA JUGA:Pengukuhan Mukhsin Jamil Guru Besar Pertama dan Kaum Radikal Jihadis Mencemari Budaya Islam

Satu beban sudah terbuang.

Wajahnya tersenyum.

Wajah kuyu itu sudah tak terlihat lagi.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 114
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 52
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 28
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 90
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 63
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Cintai Dunia Anak, Sarah Ismullah Berkarya melalui Buku dan Petualangan Anak Indonesia / Dok. Pribadi Cintai Dunia Anak, Sarah Ismullah Berkarya melalui Buku dan Petualangan Anak Indonesia
Next Article Menag Tidak Bandingkan Suara Azan dengan Suara Anjing, Ini Penjelasan Kabiro Humas Kemenag
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ibu berhijab mendampingi anak laki-laki belajar menggunakan tablet di rumah dengan ilustrasi keamanan digital.
Anak Sulit Lepas dari HP? 5 Cara Digital Parenting yang Bisa Dimulai Orang Tua dari Rumah
Jateng Pendidikan
Ritual tari Seblang Bakungan dengan penari mengenakan busana adat dan selendang kuning
Festival Budaya Jangan Cuma Jadi Tontonan, Saatnya Tradisi Lokal Menghidupi Ekonomi Warga
Culture Jateng
Ayah dan anak bermain mainan warna-warni bersama di ruang keluarga dengan suasana ceria.
Anak Selalu Ditolong Orang Tua? Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kemandirian Anak Sulit Berkembang
Jateng Pendidikan
Ayah dan ibu mendampingi anak balita bermain warna dan menggambar bersama di meja rumah.
Bukan Cuma Nilai Raport, 5 Kebiasaan Orang Tua Ini Bisa Jadi Bekal Anak Menuju Masa Depan
Jateng Pendidikan
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?