17 April 2026 18:48

Biodata Dyra Yunus : Pegiat Literasi Hingga Penulis, Semangat Menumbuhkan Minat Baca

0
WhatsApp Image 2022-03-14 at 13.57.13

Foto/Dok Pribadi Dyra Yunus

OPINIJATENG.COM – Dyra Yunus, nama pena dari Dwi Indra Sari, yang lahir pada tanggal 1 Mei 1991 di Jakarta, sangat concern pada dunia anak.

Berawal dari masuknya digitalisasi di Indonesia, dan gadget menguasai hampir semua generasi bangsa, tak terkecuali anak-anak, membuat Dyra Yunus ‘gerah’.

Sebagai upaya mengatasi kegelisahan itu, masuk sebagai konsultan buku islami menjadi jalan yang ditempuh Dyra Yunus untuk menumbuhkan minat baca generasi emas Indonesia.

BACA JUGA: Yuni Dwi Anggraini: ‘Menulis Adalah Bagian dari Mengukir Peradaban’

Melalui program ‘Bebaskan Buta Siroh di Indonesia,’ dengan Sygma Daya Insani, mimpi Dyra Yunus perlahan terwujud.

Beragendakan menebar buku wakaf ke seluruh anak Indonesia, kini para bibit unggul bangsa dapat mengenal lebih dalam tentang Nabi dan Rasul utusan Allah.

Ketika menjadi pegiat literasi khusus buku wakaf islami, ternyata wanita yang menulis beberapa buku ini, mengalami suka dan duka.

BACA JUGA: Berawal dari Pekerjaan, Kini ‘Kecanduan’ Menulis

Dia menuturkan bahwa “saat menghubungi orang lain untuk ikut wakaf, kadang diabaikan atau ditolak.”

Meskipun penolakan sering terjadi, tetapi dia selalu percaya satu hal, “bahwa semua itu sudah diatur rezekinya oleh Allah,” ujar Dyra.

Karena keikhlasan hati menjalani program wakaf, sebuah kejutan tak terduga datang menghampiri, “Akhir tahun 2021 kemarin, saya tidak pernah menghubungi seseorang untuk berwakaf, tetapi tiba-tiba ada yang kasih kabar mau berdonasi 2 paket buku,” kata Dyra.

BACA JUGA:Kurniati: Doa dan Dukungan Orang Tua menjadi Kunci Kesuksesan

“Selain itu ada sebuah pengalaman spiritual lain yang luar biasa terjadi pada saya,” ujar Dyra.

Dari hal tersebut membuatnya bertahan menjadi pegiat literasi hingga kini, berikut penuturannya “Saat saya menyerahkan buku wakaf ke TPA, senangnya luar biasa, anak-anak berebutan bukunya, dibaca bersama, malah ada juga yang dibawa pulang.”

“Rasa bahagia seperti itu, pada akhirnya membuat hati ini semakin mantap menjalankan program wakaf khusus buku,” ucap Dyra.

BACA JUGA:Muniro Wahyuni: Pernah Mengabdi sebagai Pendidik selama 7 Tahun dan Memilih Resign agar Bisa Fokus Mendidik Anak

Dia menuturkan juga bahwa “masih banyak anak-anak Islam di luar sana yang tidak tahu sejarah Islam, Nabi dan Rasul beserta Sahabat Rasulullah, sebab mereka hanya kenal superhero dan tokoh kartun TV.”

Dia akan terus melaju sampai generasi bangsa ini cinta buku yang bermanfaat dan penuh nilai akidah.

Berbekal pengalaman tersebut membawa dia, terus menebarkan manfaat melalui mimpi indah selanjutnya.

BACA JUGA:Una, Apoteker yang Hobi Mengarang

Hingga pada satu titik dia putuskan menjadi penulis juga, itulah impian manis berikutnya, dengan bergabung pada kelas menulis, tahun 2021.

Ditulis oleh Mera Puspita, penulis di Bestie@belajar_belajarnulisceritafiksi. Jika ingin belajar menulis fiksi dan bergabung kelas Bestie bisa menghubungi bit.ly/Sariagustia.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *