By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Susi Eldayana, Ibu Tangguh dengan Puluhan Karya
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Susi Eldayana, Ibu Tangguh dengan Puluhan Karya

Dwi Widiyastuti
Last updated: 21 Mei 2025 09:03 09:03
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
Susi seorang ibu tangguh dari anak dengan kelainan genetik Harlequin Ichtyosis/dok pribadi
SHARE

OPINIJATENG.COM – Susi Eldayana seorang ibu tangguh yang sangat menginsipirasi.

Puluhan karya yang lahir dari Susi Eldayana bukti ketangguhan dirinya dalam menghadapi kehidupan.

Susi Eldayana membesarkan seorang anak yang terlahir istimewa dengan kelainan genetik Harlequin Ichtyosis tentunya bukan sesuatu yang mudah.

BACA JUGA: Kabat Gembira! Jelang Lebaran, Ganjar Cairkan Insentif Pengajar Agama

Kelainan itu menyebabkan kulit menjadi kering dan pecah akibat mutasi gen ABCA12 yang berfungsi pembentukan protein.

Tak jarang, luka meninggalkan bekas, tak terlihat seperti anak lain. Anak dengan kelainan ini pada akhirnya rawan terkena bully dari kawan sekitaranya

“Dia sering di-bully di sekolah, sehingga sekarang dia benci sekolah,” kata Susi Eldayana.

Susi Eldayana, biasa disapa Elda, Susi adalah seorang ibu tangguh dari seorang anak dengan kelainan genetik Harlequin Ichtyosis.

Kelainan ini membutuhkan penanganan jangka panjang, belum ada obat yang bisa mengubah kulitnya seperti anak normal. Obat yang selama ini diberikan hanya bersifat mengurangi gejala kulit yang kering dengan penggunaan krim.

Mempunyai seorang suami abdi negara yang waktunya hampir 24 jam sepenuhnya untuk bekerja. Membuat Elda harus fokus untuk mengurus anaknya seorang diri saat suami sedang dinas.

BACA JUGA: Kabat Gembira! Jelang Lebaran, Ganjar Cairkan Insentif Pengajar Agama

Menanti kehadiran buah hati lima tahun lamanya, membuat Elda berpikir panjang.

Ia tinggalkan semua kegiatannya, mendesain baju dan menjahit demi konsentrasi pada pertumbuhan dan kesehatan anak.

Di sela mengurus anak, ia menekuni hobi lain yang paling disukainya adalah membaca dan menulis.

“Saya suka membaca dan menulis diari tentang semua perjalanan hidup saya mbak,” kata Elda.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa bercita-cita akan membuat sebuah buku.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, Elda pun mengikuti kelas menulis. Kelas pertama yang ia ikuti adalah kelas menulis buku solo pada bulan Desember 2020.

BACA JUGA: Mega Gigih Septina: Decluttering bagi Kesehatan Mental

Dari kelas inilah ia bertemu dengan banyak wanita hebat yang memperkenalkannya dengan berbagai kelas menulis dan kelas desain grafis yang hingga kini ia tekuni.

Saat ditanya alasan menulisnya, dia pun menjawab, “Biar tulisan saya menjadi ibrah bagi banyak orang mbak,” jawab Elda. Semangat menulisnya tidak pernah padam dan terus bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Penulis yang juga bekerja di sebuah puskesmas ini sudah berkontribusi pada 27 buku, sebagai berikut:

  1. Dear Me (A Letter for Myself),
  2. Dear My Love,
  3. Surat untuk Anakku,
  4. An Old Rendezvous with You (Kumpulan Senandika),
  5. My Passion is Mine,
  6. Lost and Found,
  7. Biduk Asa Kayuh Cita (Kumpulan Puisi),
  8. Dua Arah Mata Angin,
  9. Pesan Cinta untuk Anakku,
  10. Cerita tentang Desain,
  11. Rapuh untuk Tumbuh,
  12. Semesta Bercinta,
  13. Aku Bangga jadi Anak Muslim,
  14. Sanubari yang Mencinta (Fiksi Mini dan Senandika)
  15. Song Fiction (Nada Rasa Penuh Makna),
  16. Kiat Jitu Atasi Anak Tantrum
  17. Adventure of Life
  18. Anakku Jembatan Surgaku
  19. Antologi Ilustrasi (Ocean Life)
  20. Antologi Ilustrasi (Profession)
  21. Antologi Ilustrasi (Edible Plants)
  22. Antologi Ilustrasi (World and The Universe)
  23. Antologi Ilustrasi (The Great Inventions)
  24. Antologi Ilustrasi (Pahlawan Nasional)
  25. Antologi Ilustrasi (Fabel/ proses cetak)
  26. Antologi Ilustrasi (Peralatan Dapur/ proses cetak)

BACA JUGA: Lily Jo, Mantan Atlet yang Merambah Dunia Human Capital, Seni, dan Literasi

Selain menulis, Elda juga mempunyai usaha kuliner yaitu bakso sapi, bakso ayam sayuran hijau,  empek-empek, mie, dan lain-lain.

Elda juga turut membantu suaminya dalam usaha budi daya jamur tiram. Belajar dan belajar, adalah moto hidupnya.

Temukan jejaknya di instagram @oKaserasaki,  facebook @Oase Rasaki, dan channel Youtube d’ Oase Family.

Ditulis oleh Mega Gigih Septina  penulis di Bestie @belajar_belajarnulisceritafiksi.

Jika ingin belajar menulis fiksi dan bergabung kelas Bestie bisa menghubungi bit.ly/Sariagustia.***

You Might Also Like

Kamu Sedang Di-ghosting, Begini Cara Menyikapinya
NU di Pusaran Parpol dan Kekuasaan
Cinta Tanah Air, Hari Santri, dan Terorisme
Dari Kendari MTQN Korpri Usung Moderasi Beragama
Jelang Detik Sambut Tahun Baru 2022, Negara Mana Paling Awal dan Akhir Merayakannya?
TAGGED:ibuIbu TangguhPuluhan KaryaSusi Eldayana
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kabat Gembira! Jelang Lebaran, Ganjar Cairkan Insentif Pengajar Agama
Next Article Menantikan Wisata dan Kuliner Halal di Kota Semarang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Environment Jateng
Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun.
Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Environment Jateng
Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
Seseorang membuang sisa makanan berupa kulit buah dan sayuran ke tempat sampah organik di dapur.
Sisa Makanan di Rumah Bisa Memperparah Krisis Iklim, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Environment Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?