17 April 2026 12:18

DMI dan BSI Bentuk Wirausahawan Muda Kreatif, Prof Ahmad Rofiq: Simbiotik Mutualistik

0
Prof Ahmad Rofiq

Prof Ahmad Rofiq

OPINIJATENG.COM – Saya mendapat kehormatan diundang oleh Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kota Semarang, Ir. H. Achmad Fuad, MBA., menghadiri acara Pembukaan Pelatihan Wirausaha Kreatif Syariah yang digelar di Kampus IV UPGRIS Lt. 6 Jl. Gajahraya No. 40 Semarang.

Acara tersebut digelar 13-14 April 2022 dan 20-21 April 2022, realisasi Kerjasama Simbiotik Mutualistik antara Dewan Masjid Indonesia Kota Semarang dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Semarang.

Rencana hadir pada acara tersebut, Pincab BSI Semarang H. Zen Assegaf dan dibuka oleh Walikota Semarang Dr. H. Hendrar Prihadi, MM. yang akrab disapa Mas Hendi.

BACA JUGA:5 Ide Ngabuburit Bersama Anak Yatim yang Pertama Kali Puasa

Beberapa narasumber yang akan memantik dan mengungkit spirit para calon wirausahawan muda kreatif berbasis syariah di antaranya adalah H. Yusuf, SE., MM., Bambang Nugroho, Eko Aribowo, ST, MM., Ir. Suwarno Widodo, M.Si., H. Zen Assegaf, Budi Santoso, Hj. Zhakiyah Joban SE, dan Khoirul Fadhilah.

Acara pelatihan Wirausahawan Kreatif berbasis syariah ini, akan diikuti secara intensif oleh 20 (duapuluh) orang, utusan lima masjid terpilih di kota Semarang, Masjid Al-Azhar Ngaliyan, Masjid Jami’ Jatisari Mijen, Masjid Jami’ Nidaul Khoirot Gayamsari, Masjid At-Taufiq Banyumanik, dan Masjid Al-Muhajirin Pedurungan.  

Sebagai Ketua (Terpilih) dan atas nama Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Jawa Tengah, saya mengapresiasi dan menyambut baik atas inisiatif dan realisasi kerjasama tersebut, dalam ikhtiar bersama Masjid memakmurkan jamaahnya, melalui pelatihan dan sekaligus pendampingan mencetak wirausahawan muda kreatif dan berbasis syariah.

BACA JUGA:7 Tips Tetap Sehat dan Produktif Selama Berpuasa

Di bulan Ramadhan, bulan berlimpah maghfirah dan kasih sayang Allah, merupakan momentum untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan dan kemauan keras untuk berwirausaha.

Ibadah puasa tidak menurunkan spirit dan semangat belajar dan berlatih bekerja melalui pelatihan wirausaha.

Spirit dan mentalitas menjadi wirausahawan/wirausahawati telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw muda dan juga Siti Khadijah al-kubra yang karena kesuksesan usaha perdagangan kedua beliau itu, kemudian Allah menyatukannya dalam ikatan suami istri yang sukses mengemban dan menyampaikan ajaran Islam selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.   

BACA JUGA:Mudik Lebaran: Waspada di Perlintasan Sebidang Kereta Api demi Keselamatan Pemudik
 
Muhammad saw muda, selain memberi contoh nyata menjadi pedagang, bahkan dalam usia kurang dari 25 tahun, sudah sukses membawa misi dagang ke berbagai negara di luar Arab, dengan membawa nama harum sebagai pedagang yang sangat dipercaya (Al-Amin).

Pengalaman dagang Muhammad saw muda ini membawa keberuntungan yang luar biasa, bagi masa depan dan keteladanan bagi para pengikut beliau.

Setelah menerima tugas kenabian sebagai Rasul, Muhammad Saw muda tetap menanamkan spirit dan motivasi agar umat beliau berdagang.

Beliau bersabda: “’Alaikum bi t-tijârah fa inna fîhâ tis’atu a’syâri r-rizqi” artinya “berdaganglah kalian maka sesungguhnya di dalam berdagang itu 9/10 jalan rizqi” (Riwayat Na’im bin Abdurrahman Al-Azdy).

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi (SE2016) pencacahan lengkap, jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK) di Indonesia 26,26 juta usaha atau memiliki kontribusi 98,33 persen.

Jika dipersentase, maka UMK ini masih belum mencapai angka 10 persen.

BACA JUGA:Menag Yaqut: Madrasah sebagai Garda Depan Akselerasi Digitalisasi

Penduduk Indonesia 2020 mencapai 270,20 juta jiwa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, bahwa arah kebijakan umum pembangunan nasional 2015-2019 yang pertama adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Laman https://www.rmoljawatengah.id/ menyebutkan, bahwa pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Semarang sangat besar.
Tercatat saat ini ada sekitar 91.000 UKM yang berizin di Kota Loenpia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Bambang Suranggono (Rabu, 15/12/2021).

Sebanyak 28.326 UKM sudah difasilitasi Pemkot Semarang karena sudah masuk dalam database di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kota Semarang.

Selain itu, Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menambahkan, UKM perlu segera meningkatkan kapasitas dan kualitas produk ekspornya.

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Puasa, Masjid, dan Pendidikan Anak

Namun mereka harus mengingat tiga hal, pertama terkait hilirarisasi sumber daya, kedua kebijakan green-economy yang memperhatikan keramahan lingkungan, dan ketiga, digitalisasi produk.

Apa yang dilakukan DMI Kota Semarang, ini bukan yang pertama, namun perlu dipikirkan model dan sistem evaluasi pelatihan kewirausahaan muda kreatif yang berbasis syariah.

Ini dimaksudkan, agar tampak riil dan nyata, bahwa pelatihan entrepreneurship yang dilakukan DMI sudah on the right track ataukan perlu pengayaan pendekatan dan model pelatihannya.

Selamat atas kepada DMI Kota Semarang dan Pimpinan Cabang BSI Semarang.

Jika dari 20 peserta training, dalam waktu tidak terlalu lama, akan bertransformasi menjadi usahawan muda kreatif berbasis syariah, maka tentu DMI berharap mereka akan menjadi “generasi muda millennial wiusahawan/usahawati yang berhati masjid dan memiliki keunggulan kompetitif di dalam memasuki persaingan dunia global” yang pada saatnya akan dengan “senang hati dan keenceran kreatifitas di dalam berbagi keberuntungan duniawi yang terpandu oleh haraman dan asa kebahagiaan masa depan yang abadi nan berlimpah kebahagiaan”.

BACA JUGA:Romo Benny: Bijaklah dalam Bermedia, Seminar Pancasila di UKSW

Selamat pada para calon usahawan muda berbasis syariah. Syabâbunâ l-yaûm rijâlunâ l-ghadí” artinya “generasi muda hari ini adalah tokoh (dan pimpinan) masa depan”. Insya Allah. Allah waliyyu t-taufiq ila sabili r-rasyâd.

*)Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung (RSI-SA) Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat dan Anggota Dewan Penasihat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *