By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: YUZU Isotonic Akmil Open 2021 Sengit di Laga Pamungkas
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Olahraga

YUZU Isotonic Akmil Open 2021 Sengit di Laga Pamungkas

Arifin
Last updated: 8 November 2021 08:19 08:19
By Arifin
6 Min Read
Share
Para pemenang kategori Ganda Pemula Campuran U15
SHARE

OPINIJATENG.COM – Pertandingan di babak final YUZU Isotonic Akmil Open 2021 di GOR Djarum Magelang, Jawa Tengah Minggu 7 November 2021 berjalan seru.

Pertarungan sengit kejar-mengejar angka tak hanya terjadi di nomor-nomor utama, namun juga di kategori anak dan remaja demi mengamankan gelar juara.

Di kategori Tunggal Taruna Putri U19, Ruzana yang menjadi unggulan empat menantang Kyla Legiana Agatha, unggulan kedua dari Mutiara Cardinal Bandung.

Sukses mengalahkan unggulan satu Mutiara Ayu Puspitasari di babak semifinal menjadi modal penting bagi Ruzana dalam menghadapi Kyla.

Pertandingan di babak final ini merupakan pertemuan pertama Ruzana dan Kyla.

Alhasil, keduanya belum begitu memahami pola permainan satu sama lain.

Menyiasati hal ini, sejak awal gim pertama, Ruzana berusaha tampil agresif dan tak memberi banyak ruang bagi Kyla membangun serangan.
Di gim kedua, atlet PB Djarum ini tak mengendurkan serangan hingga mampu mengunci gelar juara dengan skor 21-12, 21-17.

“Ini pertama kali saya bertemu Kyla. Saya mencoba fokus ke permainan sendiri, jangan sampai terbawa permainan lawan dan berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik yang saya punya,” ungkap atlet yang bergabung ke PB Djarum melalui program Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis pada tahun 2015 di Palembang, Sumatera Selatan tersebut.

BACA JUGA : Mantan Kepala BAIS, Soleman Ponto : Panglima TNI Pilihan Jokowi Bukan Politis,Masalah Kedaulatan
BACA JUGA : Doa untuk Kedua Orangtua yang Wajib Diajarkan pada Anak

Di sektor putri lainnya, pertarungan ketat juga terjadi pada nomor Tunggal Dewasa Putri yang mempertemukan Kyla dengan peraih medali perunggu Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021, Gabriela Meilani Moningka.

Partai puncak ini dimenangkan oleh Gabriela dengan skor 21-16, 28-26.

Meski menang dua gim langsung, Gabriela mengaku tak mudah mengalahkan Kyla dan merengkuh titel juara.

“Dari awal aku coba siapin fokus sama daya tahan dan akhirnya set pertama bisa menang. Lalu di set kedua, lawan lebih agresif karena sudah tahu pola permainan saya dan sempat keteteran juga, tapi puji Tuhan saya bisa memenangkan pertandingan,” jelas Gabriela.

Ia tak menyangka mampu meraih gelar juara mengingat kategori ini juga berisi nama-nama pebulutangkis dengan jam terbang yang lebih tinggi seperti Fitriani dan Susanto Yulia Yosephine.

Di Tunggal Remaja Putri U-17, Chiara Marvella Handoyo dari PB Djarum keluar sebagai sebagai juara usai mengandaskan pebulutangkis Jaya Raya Jakarta, Natiqotul Wardah Fil Karomah dua gim langsung 21-16, 21-11.

Bagi Chiara, kemenangan ini terasa istimewa karena inilah pertama kalinya ia berhasil mengalahkan Natiqotul.

“Sebelumnya saya sudah pernah ketemu dua kali di Pekanbaru dan Jakarta dan selalu kalah. Ini kemenangan pertama saya atas dia,” bilang Chiara usai pertandingan.

Sektor Putra

Di sektor putra, Devin Artha Wahyudi asal PB Djarum bermain cemerlang mengalahkan Denis Azzarya dari Jaya Raya Jakarta di nomor Tunggal Pemula Putra U15.

Meski berusia muda, Devin bermain cukup sabar sehingga bisa mendulang poin demi poin dan akhirnya sukses menundukkan perlawanan Denis dengan dua gim langsung 21-19, 21-19.

“Sebelumnya saya sudah pernah ketemu Denis saat tanding di Medan tahun 2018. Waktu itu kalah. Makanya sekarang saya juga diinstruksikan sama pelatih untuk main jangan buru-buru dan lebih sabar,” ungkap Denis yang bergabung dengan PB Djarum sejak 2018 ini.

BACA JUGA : Ini Biodata Jenderal Andika Perkasa, Panglima TNI Pilihan Presiden Jokowi
BACA JUGA : Komitmen KNEKS pada Pengembangan Ekonomi Jateng

Pada kejuaraan ini, pemuda kelahiran Merangin, Jambi itu bermain rangkap di nomor Ganda Pemula Putra U15 bersama Moh. Zaki Ubaidillah. Sayang, Devin/Zaki gagal meraih gelar juara setelah dihentikan Denis/Yusack Christian dari Jaya Raya Jakarta 21-18, 21-17.

All PB Djarum final terjadi di nomor Tunggal Dewasa Putra yang mempertemukan unggulan ke enam Muh. Azahbru B Kasra dengan Kafi Raditya Pandika yang menjadi unggulan ke empat.

Bermain meyakinkan di gim pertama dengan unggul 21-9, Azahbru justru perlu perjuangan lebih di set kedua demi mengamankan kemenangan.
Selain Kafi yang mulai memberikan perlawanan, Azahbru juga sempat hilang fokus sehingga kehilangan beberapa poin.

“Tadi saya buru-buru, nggak sabar untuk mendapatkan poin. Tapi justru malah kehilangan empat sampai lima poin. Jadi saya coba sabar lagi dan alhamdulillah menang,” jelas Azahbru yang mengunci kemenangan di set dua dengan skor 21-16.

Bambang Hartono selaku Head of Marketing YUZU Isotonic mengucapkan selamat kepada pemenang YUZU Isotonic Akmil Open 2021 dan juga berterima kasih kepada ribuan atlet yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan ini.

Ia berharap, para atlet, baik yang menang maupun yang kalah, dapat memetik pelajaran penting ketika bertanding sehingga dapat meningkatkan level kemampuannya di masa mendatang dan mendulang prestasi lebih tinggi lagi bagi Indonesia.

“Selamat kepada para pemenang YUZU Isotonic Akmil Open 2021. Sejalan dengan esensi YUZU Isotonic yaitu “Berani Jadi Lebih”, saya mengajak para peserta untuk mewujudkan mimpi meraih prestasi setinggi-tingginya, saya berpesan agar jangan berpuas diri dan teruslah asah bakat serta kemampuan kalian sehingga kelak dapat berprestasi di level dunia dan membanggakan Indonesia,” tutur Bambang.***

You Might Also Like

Mahasiswa Unisnu Raih 2 Emas, Perak dan Perunggu
Meski Pandemi, Event Borobudur Marathon Tetap Digelar, Jumlah Pelari Terbatas
Indonesia Raih Lima Emas Asian Games 2026, tetapi Pekerjaan Rumah Olahraga Belum Selesai
Thailand Beri Gol Kejutan di Menit Kedua, Timnas Indonesia Kocar Kacir
Bukan Sekadar Balapan, Kehadiran Veda Ega di Mandalika Jadi Ujian Penting Pembalap Muda Indonesia
TAGGED:final YUZU Isotonic Akmil Open 2021GOR Djarum MagelangPB DJARUMYUZU Isotonic AKMIL Open 2021
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jasa Raharja Pastikan Gala Sky Ahli Waris Vanessa Angel Tidak Mendapat Santunan
Next Article Cek Fakta! PB Djarum Terbanyak Boyong Gelar Juara di YUZU Isotonic Akmil Open 2021
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?