By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Mitos! Meletusnya Semeru Pertanda Goro-goro Datang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Mitos! Meletusnya Semeru Pertanda Goro-goro Datang

Dwi Widiyastuti
Last updated: 5 Desember 2021 07:33 07:33
By Dwi Widiyastuti
3 Min Read
Share
Mitos! Meletusnya Semeru Pertanda Goro-goro Datang/Instagram
SHARE

OPINIJATENG.COM – Meletusnya Semeru pertanda goro-goro datang. Letusan kuat yang terjadi di Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) pukul 15.20. Itulah pertanda goro-goro.

Goro-goro salah satu episode dalam pewayangan. Dalam episode tersebut digambarkan kekacauan situasi yang serba kontradiktif.

Dalam pewayangan digambaran jelas melalui janturan sang dalang. Tiba suatu masa (titi mongso) kondisi sulit dan gelap gulita dalam kehidupan.

BACA JUGA:Gunung Semeru Lumajang di Jawa Timur Erupsi, Warga Berlari dan Panik

Sebuah masa yang harus dilalui oleh sebuah bangsa sebelum memasuki zaman keemasan.

Masa gelap inilah yang sering disebut goro-goro. Ditandai dengan peristiwa alam yang beruntun yaitu hujan yang salah masa, petir menyambar, gelap gulita. Gunung meletus, batu cadas runtuh, tebing longsor, angin ribut, hujan deras serta banjir yang melanda di mana-mana.

Fenomena yang muncul di masyarakat juga terbukti. Ketersediaan pangan minim, banyak pengangguran, banyak pejabat yang korupsi, pemerintah otoriter. Penyelenggaraan pemerintah yang hanya menguntungkan sekelompok orang saja.

BACA JUGA:Gunung Semeru Erupsi, Warga Berlarian Suasana Mencekam

Fakta ini dapat dijadikan cermin bagi generasi muda pemimpin masa depan. Ada baiknya mengurangi kepentingan pribadi, kepentingan golongn, harta dan wanita untuk kemaslatan masyarakat bukan kepentingan pribadi.

Digambarkan pula orang tua yang tidak bisa menjalan fungsinya sebagai pengayom. Tua muda saling menghujat, saling berebut kepemimpinan, dan berburu popularitas semata.

Rasa kemanausiaan lenyap. Kepribadian bangsa ditinggalkan. Jauh dari rasa kasih sayang terhadap sesama. Bahkan tak pernah menghiraukan kesengasaraan orang lain.

BACA JUGA:Kiai Muda Pesantren Berkumpul: Cetuskan Regenerasi Sambut 100 Tahun NU

Gambaran tersebut banyak terjadi saat ini. Politik dan ekonomi menciptakan budaya liberal secara masif dan sistemik. Ajang silaturahmi dikalahkan dengan media sosial, gotong royong dirontokan dengan individualisme.

Kekeluargaan berganti dengan permusuhan. Tradisi kritik berubah pula menjadi hasut dan bully membully. Politik persatuan bergeser menjadi politk adu domba dan memecah belah persatuan kesatuan bangsa.

Dari sisi mitologi Jawa, goro-goro ini berkaitan dengan meletusnya Semeru.
Nama semeru yang berarti puncak tertinggi merupakan bukti alampun mulai marah melihat kelakuan manusia.

BACA JUGA:Dieng Hari Ini Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang

Akhirnya, meletusnya semeru gunung tertinggi di Jawa bukan pertanda datangnya pagebluk (pandemi ) yang maha dahsyat.

Sekarang saja datangnya covid-19 masyarakat dibuat kelimpungan dalam berbagai sisi kehidupan.

Mudah-mudahan kepercayaan orang Jawa apabila ada gunung meletus akan datang peristiwa besar dan mengerikan tak terbukti.

Marilah berdoa hal buruk tidak akan terjadi seusai meletusnya gunung Semeru. Dan goro-goro hanya sebuah janturan di dunia perwayangan saja.(Berbagai sumber)***

You Might Also Like

Ini Cara Jika Kamu Bertemu MacanTutul saat Datang ke Hutan
Wadas, “Cadas Keadilan” dan Raja Midas
Menebar Kebaikan dan Menjadi Bahagia dengan Menulis Adalah Cita-cita Wanita Ini
ISMI dan Tantangannya
Manajemen Masjid, Nur Khoirin YD: Harus Raker
TAGGED:goro-goroGunung Semerumeletuspertanda
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kiai Muda Pesantren Berkumpul: Cetuskan Regenerasi Sambut 100 Tahun NU Kiai Muda Pesantren Berkumpul: Cetuskan Regenerasi Sambut 100 Tahun NU
Next Article jembatan gladak perak Jembatan Legendaris Gladak Perak Putus Akibat Letusan Gunung Semeru
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?