By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 58
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 58

Arifin
Last updated: 21 Desember 2021 09:11 09:11
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

Lita takut, kakinya gemetar.

Lita bingung mencari alasan karena Theo selalu melarang dia pergi sendiri tanpa sopir.

“Aku… aku tadi mau belanja tapi tadi aku terpeleset di tangga dan jatuh. Untung ada poliklinik. Tapi tidak parah kok. Cuma sedikit luka di pelipis.”

“Ngapain sih siang-siang begini belanja? Kan enakan sore atau malam hari.”

“Ah, dari pada sepi di rumah sendiri. Lagian kan lagi ada pesta diskon.”

“Sejak kapan kamu beli barang-barang diskon? Apa uang dariku masih kurang? Bagaimana jika ada yang tahu kamu berebut barang diskon? Kamu pikir siapa yang malu? Kamu sudah tidak miskin lagi. Ingat itu!”

Deg…

BACA JUGA:Bupati Banyumas Gerakan Penanaman 5000 Pohon di TPA BLE Kalibagor

Kata-kata terakhir dari mulut Theo langsung menohok ulu hati Lita.

“Cepat sana obati kepalamu dengan Mbok Siti.” perintah Theo kemudian.

“Ini semua gara gara anak kurang ajar itu, menyebalkan!” Lita menggerutu.

Dia kesal.

Dia marah.

Tetapi aneh.

Sekarang tidak ada sedikitpun kebencian pada Iben setelah kejadian siang itu.

Dia menyimpan sendiri peristiwa itu di dalam hatinya.

Dia tidak ingin mengadu lagi pada Theo tentang kekesalannya pada Iben.

Dia bahkan terus saja mengingatnya.

Membuatnya kesal tapi juga tersenyum.

BACA JUGA:Inilah Gejala Virus Covid-19 Varian Omicron yang Harus Diketahui

Begitu pula Iben, tanpa dia inginkan memori itu terus saja terlintas di pikirannya.

Betapa bahagianya Iben berhasil membuat Lita kesal.

Anehnya dia melakukan itu tanpa perasaan benci.

Tapi begitu mengetahui malam ini Theo sudah pulang, ada perasaan aneh di hatinya.

Dia jadi memikirkan ayahnya dan Lita yang sedang bersenang-senang di kamar mereka.

Tiba-tiba saja Iben merasa tidak suka.

Ada semacam kemarahan tertahan di dadanya.

Iben berpikir mungkin dia masih belum bisa ikhlas sepenuhnya jika posisi ibunya tergantikan.

Oh, tidak.

BACA JUGA: Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 1 Halaman 56, 57, 58 Pembelajaran 2 Sub Tema 2 Pengalaman Bersama Teman

Di dadanya muncul semacam kemarahan justru kepada ayahnya, bukan kepada Lita.

Malam yang begitu hening tenang dan nyaman, terkecuali bagi Lita.

Dia yang di hari-hari lalu gelisah menantikan kepulangan Theo, tetapi ketika suaminya pulang dia malah merasa biasa-biasa saja.

Tidak ada gairah pada dirinya.

Semua jadi terasa hambar saja.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 24
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 53
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 20
Menabung Demi Keinginan
Resep dan Cara Membuat Mie Aceh Istimewa, Rasa Sekaligus Pedasnya Mantap
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Aspikmas Aspikmas Ajibarang Gelar Bazar untuk Bangkitkan Ekonomi UMKM
Next Article Tanahnya Dirampok Oknum, Warga Tuntang Lapor ke DPRD Kabupaten Semarang
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Permukiman desa tradisional dengan rumah beratap rumbia, pepohonan tropis, sawah hijau, dan aliran air.
Budaya Desa Bukan Sekadar Warisan, tetapi Bisa Menjadi Kekuatan Masa Depan
Jateng Khazanah
Ilustrasi seekor kancil, kerbau, dan buaya dalam cerita anak berlatar hutan hijau dan sungai.
Bukan Sekadar Dongeng, Kisah Si Kancil Bisa Jadi Pintu Masuk Anak Mengenal Budaya Nusantara
Jateng Khazanah
Naskah kuno terbuka dengan tulisan tangan tradisional dan ornamen berwarna emas, merah, serta biru.
Naskah Kuno Bukan Sekadar Peninggalan Masa Lalu, Ada Pengetahuan Nusantara yang Bisa Kita Gali Kembali
Jateng Khazanah
Ilustrasi prosesi pemotongan rambut anak dalam upacara tradisi ruwatan rambut gimbal dengan pakaian adat Jawa.
Bukan Sekadar Potong Rambut, Ruwatan Anak Gimbal Dieng Menyimpan Pesan tentang Identitas dan Kearifan Lokal
Jateng Khazanah
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?