By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 63
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 63

Arifin
Last updated: 25 Desember 2021 07:03 07:03
By Arifin
5 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

Iben masih harus bertanya ke sana kemari untuk menemukan posisi rumah Lita.

Waktu mengantar dulu, sampai di Sukoharjo sudah memasuki malam.

Hari telah menjadi gelap.

Dia tidak ingat dengan pasti jalan menuju rumah Lita.

Setelah banyak bertanya, akhirnya sampai juga dia di depan rumah yang dicarinya.

“Permisi”

Tok… tok… tok…

BACA JUGA:Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 84, 86, 87, 88, 89 Pembelajaran 1 Sub Tema 3 Masyarakat Sejahtera, Negara Kuat

Berulang kali iben mengetuk pintu rumah hingga jendela demi jendela tetapi tidak ada jawaban.

Tidak ada Lita, tidak ada paman atau kerabat Lita.

Rumah itu telah sepi seperti tidak berpenghuni lagi.

“Di mana Lita. Kok rumahnya sepi?” tanya Iben pada beberapa orang yang kebetulan lewat.

Tetapi mereka tidak tahu sama sekali.

Iben kemudian menghampiri ibu-ibu yang sedang duduk dan bergosip di teras rumah.

“Maaf, ibu. Adakah yang tahu, di mana Lita?” Iben masih dengan pertanyaan yang sama.

“Belum lama sekumpulan orang menjemput Lita,” jawab salah satu dari mereka.

“Bukannya bapak suaminya, kenapa tidak tahu?” tanya yang lainnya.

“Siapa yang menjemput Lita?! Ada yang tahu?” tanya Iben sedikit menyelidik.

“Ka..kami tidak tahu. Ada sekitar 5 orang laki-laki berpakaian hitam dan berbadan kekar. Mereka naik mobil warna hitam.”

“Apa kalian lihat waktu Lita masuk ke mobil? Apa kalian lihat bagaimana mereka memperlakukan Lita? Apa kalian tidak berpikir kalau itu tindak penculikan? Mengapa kalian diam saja?!”

BACA JUGA: Wujudkan World Class University, Unwahas Menyelenggarakan ISCoGI-5

Iben memberondong mereka dengan pertanyaan.

Tapi mereka hanya bengong, saling pandang.

Semua orang diam dan hanya bisa mematung.

“Kami hanya ibu-ibu tidak mungkin bisa melawan mereka. Kami hanya melihat dari jauh saja. Kami pikir mereka memang datang sengaja untuk menjemput Lita. Kami tidak punya prasangka apa-apa,” jawab satu orang yang dilanjutkan dengan anggukan oleh yang lainnya.

Iben merasa sudah tidak perlu lagi bertanya, apalagi menunggu jawaban yang lebih terang dari ibu-ibu itu.

Akhirnya, Iben bergegas meninggalkan ibu-ibu itu, yang di belakangnya kemudian menggunjing tentang Lita dengan dirinya.

Kebanyakan orang tidak ingin tahu masalah yang sebenarnya terjadi, tetapi mereka menceritakan apa yang mereka lihat dengan menambahkan sedikit bumbu penyedap.

Itu yang terjadi pada Lita sekarang ini.

BACA JUGA:Pantau Misa Natal di Semarang, Ganjar Beberkan Indahnya Toleransi

Dan setelah kepergian Iben, Lita dan suaminya yang masih sangat muda, ganteng, kaya, pejabat, menjadi trending topic pergunjingan warga kampung.

Kembali ke rumah dengan tubuh dan hati yang lelah, ini berarti Iben berada dalam keadaan akan sangat mudah marah.

Iben bisa saja pulang dan langsung meninju ayahnya seperti sambutan yang diberikan ayahnya beberapa hari lalu.

Tapi iben menyadari kemarahannya hanya akan menambah masalah, bukan hanya untuknya tapi juga untuk Lita.

Dia tidak tahu untuk apa dia melakukan semua itu, yang dia ingin hanyalah tidak ada lagi wanita yang terluka seperti ibunya.

Begitu membuka pintu pagar rumah dan Vespanya melintasi halaman, Mbok Siti kelihatan sudah menunggunya di depan pintu.

“Apa dia baik-baik saja Mbok?” tanya Iben pada Mbok Siti.

“Sepertinya tidak. Anak buah Tuan Theo memaksanya pulang tanpa memberikan sedikit waktu untuk berpamitan di makam ibunya. Mereka juga tidak segan-segan menyeret Neng Lita karena menolak diajak pulang.”

“Menyeret seorang wanita…?” gumam Iben.

BACA JUGA:dr Masrurotut Daroen : Harga Minyak Goreng Melambung, Tidak Usah Risau Waktunya Hidup Sehat

“Aku sudah tahu akan seperti ini, dan aku sudah berusaha untuk mencegahnya, tapi aku gagal,” keluh Iben.

“Sudahlah, Den. Ini bukan salah Den Iben. Sekarang yang harus kita lakukan bagaimana cara kita menghibur Neng Lita. Dia sedang mengurung diri di kamar dan tidak ingin bertemu siapa pun.”

“Di mana ayah?”

“Seperti biasa. Sudah pergi ke luar kota,” jawab Mbok Siti dengan raut kecewa.

Iben meninggalkan Vespanya di halaman.

Lalu masuk rumah dan langsung menuju ke kamar Lita.

Iben berulang kali mengetuk kamar Lita tetapi tidak ada jawaban.

Iben tahu Lita tidak mungkin tidur.

“Baiklah jika kamu tidak mau membuka pintu,” ucap Iben.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 117
Nakal Belum Tentu Kriminal, Resensi Novel Ketapel Karya Wardjito Soeharso
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 62
Cinta Tak Bertepi
Reviu Buku Kunci Kebahagiaan dalam Perjalanan Risty Khoirunisa
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Rangkaian Peristiwa Rangkaian Peristiwa Bulan Januari 2021 Peningkatan Pasien Covid 19, Bencana Alam dan Pesawat Jatuh
Next Article Rangkaian Peristiwa Rangkaian Peristiwa Bulan Februari 2021:Banjir, Gempa dan Fenomena Langit
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?