By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 64
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 64

Arifin
Last updated: 25 Desember 2021 07:09 07:09
By Arifin
3 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

“Aku membawa titipan dari ibumu. Dia pesan padaku dia sangat mencintaimu dan ingin anak yang dia cintai itu bisa tersenyum lagi. Dia menerima setiap doa darimu dan selalu berada bersamamu. Itu yang dia sampaikan melalui daun yang gugur di atas makamnya.”

Iben menyelipkan setangkai daun di celah pintu kamar Lita.

Diam-diam Lita mendengarkan.

Air matanya kembali mengalir untuk kesekian kalinya.

Meski matanya telah lelah dan bengkak tetapi air mata itu tak kunjung kering.

Lita menangis untuk hal yang tidak ia mengerti.

BACA JUGA:Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 84, 86, 87, 88, 89 Pembelajaran 1 Sub Tema 3 Masyarakat Sejahtera, Negara Kuat

Menangisi ibunya kah? Menangisi nasibnya kah?

“Jika kamu ingin tahu tempat nongkrong anak muda, kamu harus membuka pintu. Jika kamu terus bersembunyi, bagaimana aku bisa mengajakmu?” Iben berkata pelan sambil menempelkan wajahnya ke daun pintu. Setelah itu, baru membalikkan tubuh dan melangkah pelan menaiki tangga menuju kamarnya sendiri.

BACA JUGA: Gus Yahya : NU Memiliki Dua Agenda Besar

Di dalam kamarnya, Lita masih mendengarkan kata-kata Iben.

Walau pelan, Lita masih mampu menangkap cukup jelas kalimat yang seperti dibisikkan Iben tadi.

Ada getar-getar aneh terasa dalam dadanya.

Nafasnya jadi semakin cepat.

Tubuhnya menjadi semakin hangat.

Di luar sadar, kedua tangannya mendekap dada. Air mata sudah tak bersisa.

Matanya justru tampak lebih berbinar sesaat.

Namun sebentar kemudian, matanya tertutup.

Mulutnya menyunggingkan senyum tipis.

Dia sendiri tidak tahu apa sesungguhnya yang sedang terjadi pada dirinya.

Seumur hidup Lita, baru kali ini dia merasa dihargai dan dimengerti.

Terlebih lagi oleh anak tirinya yang sebelumnya sangat membencinya.

Perasaan sedih Lita telah bercampur haru dan bahagia.

BACA JUGA: NU:Kemandirian dan Peradaban Dunia

Sedetik kemudian, Lita bangkit dan berlari menuju pintu.

Agak tergesa membuka pintu, hingga terdengar derit agak keras.

Dari dalam kamar Lita terus berlari menyusul Iben yang masih berada di setengah tangga menuju lantai atas.

Lita berlari dan memeluk Iben dari belakang, tangannya menggenggam setangkai daun kering yang dibawa Iben dari makam ibunya.

Entah apa yang ada di pikiran Lita, dia tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa berterima kasih lewat pelukan.

Perasaan yang tidak bisa dimengerti itu juga dirasakan Iben.

Sedikit terharu, selebihnya bahagia dan lega.

BACA JUGA:Jessy Silana Wongso Meraih Miss Tourism International 2021

“Terima kasih, Ben…” bisik Lita lirih.

Matahari menjelang sore memancarkan cahaya jingga yang lembut dan menghangatkan.

Pepohonan bergerak meliuk gemulai diterpa angin sore yang juga sejuk menyegarkan.

Sore yang indah. Sore yang ceria.

Seceria burung-burung emprit yang masih bercecerowet di dahan-dahan pepohonan di luar rumah.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 88
Bukan Cinderella Film Pertama Fuji, Ini 5 Fakta Film Adaptasi Novel Wattpad
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 25
Tes Kepribadian: Siapa Orang Pertama yang Anda Bantu? Pilihanmu Menggambarkan Karaktermu
Ketulusan Cinta
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Tak bisa ke lain hati Lirik Lagu Tak Bisa Ke Lain Hati Hits 90’an Kla Project
Next Article Bupati Banyumas menerima kedatangan Danar Widianto, peserta X Factor, Senin, 27 Desember 2021 di ruang tamu Bupati Banyumas Bupati Banyumas Menerima Kedatangan Danar Widianto, Peserta X Factor
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?