By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 67
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 67

Arifin
Last updated: 25 Desember 2021 08:01 08:01
By Arifin
8 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

Lita bangkit dari duduknya di meja rias.

Lalu berdiri dan dengan kursi mencoba mengambil foto itu dari dinding.

Tak terlalu sulit bagi Lita.

Foto itu sudah ada di tangannya.

Lita mengusap membersihkan kaca dan pigura dengan tisu.

Lalu mengamati foto itu cukup lama.

Fokus pandangan Lita pada Ipo.

Cukup lama Lita memandangi sosok Ipo dalam foto.

BACA JUGA:Tips Memilih KB yang Tidak Membuat Badan Gemuk

Ipo yang tampak sederhana.

Rok panjangnya terusan, seperti rok-rok remaja akhir tahun 80-an.

Yang menarik perhatian adalah model rambut Ipo.

Sekadar diikat ke belakang seperti ekor kuda.

Tapi kesederhanaan itu justru menampilkan sosok wanita sederhana yang cantik menawan.

Tanpa sadar Lita meraba kepalanya.

Mengelus rambutnya.

Rambutnya juga cukup panjang seperti rambut Ipo dalam foto.

Tapi selama ini, Lita lebih suka menggelung rambutnya di bagian belakang atas kepalanya.

Menurutnya rambut gelung lebih praktis.

Tidak tergerai bila tertiup angin.

Dan yang jelas awet terlihat rapi.

Sekali lagi Lita melihat foto itu.

Lalu pelan-pelan berjalan ke arah meja riasnya.

Kembali duduk di bangku meja rias.

BACA JUGA:Tips Kulit Bersih Anti Belang dengan Bahan Alami

Dia letakkan foto itu di bagian pinggir meja riasnya.

Dia diam sebentar mengaca.

Diperhatikannya wajahnya cukup lama di dalam cermin.

Pelan-pelan dilepasnya gelung rambutnya.

Rambutnya yang hitam tebal terurai, sebagian menutup wajahnya.

Lalu tangannya mengusap rambutnya ke belakang.

Jari-jarinya menyisiri rambutnya.

Dari depan ke belakang.

Diambilnya sisir dan disisiri kembali rambutnya.

Dan kini semua rambutnya tergenggam di bagian atas belakang kepalanya.

Rambutnya yang panjang tergenggam, dan sisanya terjuntai lembut sampai sedikit di bawah pundaknya.

Lita menggeleng-gelengkan kepalanya.

Dengan tangan satunya yang bebas, Lita mengambil karet gelang, yang selalu tersedia di meja rias, lalu mengikat rambutnya seperti ekor kuda.

Sejenak Lita mengamati wajahnya di cermin.

Wajahnya tampak halus dengan rambut halus rapi terikat ke belakang.

Dia gelengkan kepalanya, dan rambut terikat itu ujungnya mengibas ke kiri dan ke kanan mengikuti gerak gelengan kepalanya.

Lita jadi tersenyum sendiri.

Biasanya tampil dengan sanggul gelung keibuan, kini tampil dengan rambut ekor kuda.

Dia melihat dirinya seperti kembali remaja semasa baru saja lulus SMA.

Kembali Lita merapikan lipstiknya yang tipis.

Lalu perlahan bangkit dari bangku meja rias dan berjalan menuju keluar kamar.

Hampir tanpa bunyi dia membuka pintu kamarnya.

Suasana rumah masih sepi.

BACA JUGA: Mengintip Kesuksesan Agus Ramlan, Berawal dari Nol Kini Beromset Ratusan Juta

Mbok Siti belum kembali dari pasar.

Iben belum keluar dari kamarnya.

Entah sudah bangun atau belum, Lita tidak tahu.

Dan Lita tidak ingin mengganggu Iben yang masih diam di kamarnya.

Dengan sangat pelan dan hati-hati, Lita melangkah ke arah kamar Ipo.

Dengan sangat pelan pula, hampir tanpa suara, dia membuka kamar dan segera masuk ke dalam.

Dengan cepat pula dia menutup pintu itu.

Sejenak, Lita diam berdiri mematung.

Matanya nanar melihat berkeliling seisi kamar.

Meja rias di dekat jendela yang sudah terbuka.

Yang membukanya tentu Mbok Siti tadi pagi.

Angin semilir masuk menggoyang kain gorden yang terikat rapi di pinggir teralis.

Lalu mata Lita tertuju pada almari kayu yang bagian depan dan pintunya terbuat dari kaca.

Jadi semua isi di dalamnya terlihat jelas dari luar.

BACA JUGA:5 Tips Memilih Kamera untuk Pemula Atas Saran dari Para Pendahulu

Lita mendekati almari kaca itu dan mendekatkan kepalanya ke kaca.

Dia mencoba melihat lebih jelas dan lebih teliti pakaian yang banyak berderet tergantung rapi.

Tangannya menyentuh handle pintu almari.

Pelan mendorongnya.

Ternyata tidak terkunci.

Dengan berbunyi agak berisik pintu almari itu terdorong ke samping.

Pintu membuka cukup lebar.

Lita memegang dan menyibakkan baju-baju yang hampir semuanya rok panjang terusan dengan aksesori renda atau sulam di beberapa bagian depan dan ujung lengan.

“Hm, Ipo memang wanita sangat bersahaja. Baju-baju ini modelnya sangat sederhana, tetapi kualitas kain dan aksesorisnya bagus dan halus.”

Lita berbicara dengan dirinya sendiri.

“Dan kayaknya ukuran tubuhnya tidak terlalu jauh berbeda dengan aku.”

Lita mengambil satu baju berwarna hijau muda.

Ditaruhnya baju itu di depan tubuhnya, lalu melangkah ke depan kaca rias.

Lita berputar-putar dengan baju hijau muda itu menempel di depan tubuhnya.

Lita merasa baju itu ukurannya cukup pas di tubuhnya.

Dia sebenarnya ingin mencoba baju itu.

Tetapi keinginan itu ditahannya.

Lalu dia meletakkan baju itu di tempat tidur.

BACA JUGA: Tips Aman Berkendara di Musim Hujan

Dibolak-balik, diteliti setiap lekuk dan sambungan jahitannya.

Dia tersenyum dan tampak puas.

Lalu diambilnya baju itu dan dikembalikan kembali ke dalam almari.

Persis seperti posisi semula sebelum dia mengambilnya tadi.

Lalu pelan-pelan pintu lemari ditarik hingga menutup rapi.

Dan Lita bergegas keluar kamar.

Menutup pintu kamar.

Selanjutnya menuju meja makan.

Dia duduk manis sambil menikmati minuman teh hangat manis yang sudah disiapkan Mbok Siti sebelum pergi ke pasar.

Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki mendekati pintu depan.

Pintu depan terbuka, dan masuklah Mbok Siti dengan menjinjing keranjang rotannya yang penuh berisi belanjaan.

Mbok Siti berjalan mendekati meja makan di mana Lita masih duduk tenang menikmati tehnya.

Tiba-tiba Mbok Siti berhenti melangkah.

Matanya menatap aneh ke arah Lita.

“Ya, ampun…. Neng Lita!” jeritnya sambil tangannya yang bebas menepuk jidatnya dengan keras.

“Ya, ada apa,Mbok? Kok Mbok seperti aneh melihat saya?” tanya Lita santai.

“Aduh, Neng! Mbok benar-benar kaget tadi. Ada wanita muda cantik, rambutnya diikat ekor kuda duduk di kursi ibu,” suara Mbok Siti terdengar cukup keras. Membuat rumah menjadi agak berisik dengan teriakan dan suara kerasnya.

“Oh, ini…” kata Lita sambil mengelus rambut ekor kudanya yang menjuntai sebahu.

“Kebetulan saja saya pengin mengikat rambut begini. Mosok tiap hari gelung terus, Mbok.” sambil bicara Lita kembali mengibaskan rambut ekor kudanya.

BACA JUGA:Tips Bagaimana Mencari Jodoh yang Tepat ala Oki Setiana Dewi, Ini Jawabannya

“Aduh, Neng. Neng Lita jadi kelihatan lebih cantik. Lebih muda. Seperti masih mahasiswi saja.” tambah Mbok Siti memuji.

“Ah, mosok sih, Mbok?” Dalam hati Lita merasa sangat senang berhasil membuat Mbok Siti kaget dengan rambut ekor kudanya.

Dan tanpa diduga, suara rame berisik di meja makan membuat Iben yang ada di dalam kamar keluar.

Dari lantai atas dia melihat Mbok Siti berdiri masih menenteng keranjang rotan belanjaan.

Di meja makan, Lita masih duduk manis menghadapi cangkir teh yang sudah hampir habis isinya.

Ketika sudah dekat dengan meja makan, Iben melihat Lita yang duduk manis di kursi ibunya.

Iben tertegun melihat Lita yang masih duduk diam.

Mata Iben setengah melotot memandangi Lita.

Lita pura-pura tidak tahu, matanya memandang ke arah lain.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 91
Gadis Pemerah Susu
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 43
Tes Kepribadian: Siapa Orang Pertama yang Anda Bantu? Pilihanmu Menggambarkan Karaktermu
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 39
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sambut Tahun 2022 dengan Toleransi dan Waspada Omicron
Next Article Lagu Kudangan Ahli Waris Ki Nartosabdho Menerima Hak Cipta Lagu Kudangan dari Kakanwil Kumham Jateng
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?