By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 92
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 92

Arifin
Last updated: 24 Januari 2022 19:31 19:31
By Arifin
7 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –
Iben sendiri merasakan ada sesuatu yang beda pada diri Lita.

Dia sendiri tidak tahu, mengapa rasanya sangat nyaman bila berada di dekat Lita.

Dia merasa sangat tenang, bahagia, bila bersama Lita di mana pun.

Saat jalan bersama menaiki atau menuruni tangga, misalnya, tanpa sadar Iben memegang tangan Lita, menggandengnya sampai di ujung tangga.

Begitu pula bila sedang berjalan di tengah keramaian, tangan Iben otomatis memegang tangan Lita, menggenggamnya sambil berjalan.

Dan Iben merasakan kedamaian yang luar biasa bila sedang berjalan berdua.

Rasa yang sama dia peroleh seperti saat-saat dia berjalan berdua dengan ibunya, Ipo, dulu.

Begitulah yang dirasakan Iben.

Dia seperti tak ingin jauh lagi dari Lita.

Semangat bekerjanya menjadi semakin tinggi.

Dengan demikian, waktu Iben saat ini hanya terkonsentrasi pada dua hal: kuliah dan perusahaan.

Kalau selesai kuliah, ya langsung tancap gas turun ke tempat pengolahan kayu.

Seperti hari ini, usai kuliah pukul dua belas siang, Iben sudah memacu Vespa tuanya ke arah pelabuhan.

Sampai di pengolahan kayu masih lima menit menuju pukul satu.

Dia parkir Vespanya di garasi kantor, di sebelah Toyota Camry yang dipakai Lita.

Iben berjalan cepat menuju ruang kantor.

BACA JUGA:Upin Ipin Kisah Nyata? Pantesan sampai Sekarang Masih Kecil, Ternyata…

Di dalam ada beberapa karyawan yang masih sibuk kerja.

“Selamat siang, Mas Iben.” Sapa Dewi, Sang Bendahara cantik, dengan senyuman manisnya yang khas, menunjukkan lesung pipit di kedua pipinya.

“Selamat siang, Wi.” Jawab Iben, “Eh, aku belum sempat makan siang nih. Lapar. Bisa pesankan nasi pecel di warung depan?” tanya Iben, sambil duduk di kursi kerjanya.

“Wah, jam segini, belum makan, Mas? Kayaknya Bu Lita juga belum makan. Tidak sekalian saja pesan makannya untuk berdua?” tanya Dewi.

“Oh, ya? Coba aku tanya dulu dia,” potong Iben.

Lalu Iben bangkit dari duduk dan berjalan menuju ruang dalam kantor.

Di ruang dalam, Lita terlihat masih sibuk dengan berbagai berkas dokumen yang harus ditanda tangani.

Melihat Iben masuk, dia menoleh.

Tersenyum manis, dan tangannya tetap sibuk dengan dokumen di depannya.

“Oh, kamu, Ben. Kok agak cepet sampai kantor hari ini.” tanyanya.

“Iya. Jalanan lancar. Jadi bisa agak ngebut dikitlah.” jawab Iben, sambil duduk di kursi tamu yang ada di tengah ruangan.

“Aku lapar. Belum makan siang. Aku sudah pesan nasi pecel pada Dewi. Katanya kamu juga belum makan. Mau aku pesankan sekalian?” tanya Iben.

“Boleh. Aku juga sudah mulai merasa lapar nih. Sejak pagi ngobrol dengan Pak Ali, partner kita di Banjarbaru, Kalimantan. Sampai lupa belum mengisi perut juga.”

BACA JUGA:Puisi Rindu

Lita menyambut tawaran Iben.

Tangannya berhenti menulis.

Lalu bangkit dari kursinya dan berjalan menuju meja tamu.

Lita duduk di kursi yang berseberangan dengan Iben.

“Oke, aku minta Dewi pesan dua porsi nasi pecel ya.” tegas Iben.

Lita hanya mengangguk kecil.

Iben lalu keluar ruangan sebentar, menuju meja Dewi.

“Wi, jadi pesan dua porsi nasi pecel ya. Plus dua gelas teh manis hangat. Jangan lupa kerupuk karaknya.”

Iben memberi instruksi pada Dewi.

“Siap, Mas. Biar Pak Kardi yang ke warung depan. Nanti saya antar ke dalam.” jawab Dewi.

“Sip. Trims ya.”

“No problem”

Iben membalikkan badan, berjalan ke dalam ruangan Lita. Lita masih duduk di kursinya. Menunggu Iben.

“Ada apa dengan Pak Ali di Banjarbaru?” tanya Iben setelah duduk di kursi di depan Lita.

“Ada sedikit masalah di Banjarbaru. Pemasok kayu kita di sana, kata Pak Ali, mulai agak rewel memenuhi permintaan kita. Pak Ali berharap, aku bisa ke Banjarbaru, menemui pemasok kita itu. Menurut Pak Ali, kalau aku ketemu langsung kan bisa negosiasi. Semua jadi jelas, sehingga Pak Ali tidak harus pusing terus, seperti sekarang ini.”

Iben manggut-manggut mendengar penjelasan Lita.

BACA JUGA:Hindari Memperoleh Harta dengan Cara Batil

Tapi dia belum sepenuhnya paham, apa dan ke mana arah pembicaraan Lita selanjutnya.

“Aku sudah janji pada Pak Ali, hari Senin minggu depan, aku akan ke Banjarbaru, menemui pemasok kita itu. Kamu ada kuliah, minggu depan?” tanya Lita, tiba-tiba.

Iben terkejut.

Kepalanya mendongak.

Melihat ke mata Lita.

Sekejap.

Setelah itu, sedikit memiringkan kepala melihat ke arah lain.

“Maksudmu bagaimana?” tanya Iben seperti orang blo’on.

BACA JUGA:Intip Kepribadian Seseorang melalui Tulisan Tangan

“Kalau kamu tidak ada kuliah, atau mau bolos kuliah barang dua-tiga hari, aku mengajak kamu ikut aku ke Banjarbaru. Biar kamu ikut melihat langsung apa yang terjadi di sana. Kan kamu bertugas mengawasi aku? Hihihi….” Lita berkata sambil tertawa seperti geli sendiri dengan idenya itu.

“Oh, begitu,” jawab Iben, menarik nafas panjang, “bolehlah. Aku bolos kuliah satu-dua kali tidak masalah. Masih aman untuk bisa ikut ujian akhir semester. Jadi, di sana kita dua hari nanti?”

“Kita lihat perkembangan situasi di sana, nanti. Semoga dua hari bisa sampai titik temu dengan pemasok kita. Tiket pulangnya kita ambil yang open-date, saja.” Lita menjelaskan rencana perjalanannya.

Sebelum Iben berkata lagi, terdengar ketukan halus di pintu. Lita menoleh ke arah pintu. Dewi membuka pintu, masuk ke dalam, dengan tangan membawa nampan berisi dua piring nasi pecel, dua gelas besar teh manis hangat, dan dua bungkus plastik kerupuk karak.

“Ini nasi pecelnya, Bu.” kata Dewi sambil meletakkan nampan di atas meja.

“Ya, terima kasih, Dewi. Oh, ya. Tolong pesankan tiket pesawat ke Banjarbaru untuk kami berdua, Senin minggu depan. Pulangnya open-date saja, ya.” kata Lita pada Dewi, yang masih berdiri di samping Lita.

BACA JUGA:Orang Tua Perlu Melek Pendidikan Literasi Digital

“Siap, Bu. Apa ada yang lain?” tanya Dewi.

“Cukup. Eh, tolong bilang ke Pak Agung, satu jam lagi, aku pengin ketemu. Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengannya.”

“Baik, Bu. Saya sampaikan ke Pak Agung.”

Dewi lalu melangkah mundur dan keluar ruangan. Tinggal Lita dan Iben, yang menikmati nasi pecel tanpa banyak bicara lagi.
KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Menabung Demi Keinginan
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 55
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 43
Bahagianya Bermain Bentengan
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 67
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gus Baha Ketika Miskin Teman Menghindar, Itu Bagus Kata Gus Baha
Next Article Menteri Sosial Meninjau Lokasi Banjir Bandang, Bupati dan Kapolres Pekalongan Mendampingi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?