By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 109
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 109

Arifin
Last updated: 16 Februari 2022 14:49 14:49
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Sebelum melangkah masuk, Lita melongokkan kepala ke dalam.

Dilihatnya Theo sedang tiduran di tempat tidur, masih sibuk dengan handphonenya.

Jemarinya bergerak lincah menekan-nekan tuts yang ada di teleponnya.

“Hai, ayah. Apa kabar?” sapa Lita dengan nada sangat cerah. Hangat.

“Halo, sayang. Wah, makin sibuk ya. Bentar lagi jadi Ketua IWAPI, nih!” Theo menyambut Lita sambil berkelakar.

“Ah, males. Jadi Ketua IWAPI makin jauh saja dari rumah, nanti.” jawab Lita, mendekati Theo.

Lita duduk di samping Theo yang masih berbaring.

BACA JUGA:Warga NU Bersama TNI Siap Hadapi Teroris dan Radikalis

Dikecupnya kening Theo.

Theo membalas dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Lita.

Mulutnya dimonyongkan ke depan.

Lita justru menjauhkan wajahnya dari Theo.

“Ah, aku masih bau, Yah. Aku mandi dulu, dong.” katanya manja.

Sedang ujung jari telunjuknya menyentil ujung hidung Theo.

“Hehehe… aku juga belum mandi. Ya udah. Kamu mandi dulu, deh.”

“Bentar, ah. Istirahat dulu…”

Lita bangkit dari tempat tidur.

Berjalan menuju almari pakaian.

Tangannya mengambil satu daster batik dari tumpukan baju-bajunya.

Daster batik lengan pendek.

Lita tertegun sebentar.

Ternyata daster itu yang dipakainya saat bermalam di Banjarbaru bersama Iben, beberapa minggu lalu.

Tangan Lita sedikit gemetar.

BACA JUGA: Muktamar PGIN II, Membuka Mata Hati Mewujudkan Aspirasi

Lita menghela nafas.

Dengan daster di tangan, Lita justru segera berjalan cepat menuju kamar mandi.

Theo yang melihatnya mau masuk kamar mandi dengan daster di tangan, merasa agak heran.

“Katanya mau istirahat dulu? Kok sudah siap mandi?” tanyanya.

“Badan rasanya sudah lengket semua dengan keringat. Sudah terasa gatal semua nih kulit. Cepet mandi saja biar segar.”

Lita menjawab sekenanya.

Langsung masuk kamar mandi.

Mengunci pintu dari dalam.

Di dalam kamar mandi, Lita kembali termenung.

Dilihatnya daster batik yang ada di tangannya.

Entah apa yang menggerakkan, tangannya pelan mengangkat daster itu ke wajahnya.

BACA JUGA: Kantongi 100 Medali Emas, Maitsa Tambah Percaya Diri

Daster itu menyentuh ujung hidungnya.

Daster itu diciumnya dengan tarikan nafas panjang.

Baru setelah itu, dia mencantelkan daster ke gantungan.

Lalu melepas seluruh pakaian.

Lita membuka kran air sampai terbuka penuh.

Suara gerojokan air terdengar cukup keras mengiringi mandinya yang lebih lama dari biasanya.

Ketika Lita selesai mandi dan akan keluar dari kamar mandi, Theo juga sudah siap mandi.

Dia hanya pakai kolor dan kaos singlet.

Handuk sudah dikalungkan di leher.

Theo menyongsong Lita yang melangkah keluar kamar mandi.

Mengecup kening Lita, terus masuk kamar mandi.

Lita duduk di depan meja rias.

Dari kamar mandi, terdengar suara Theo mandi sambil menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”.

”Maaaju Tak Gentaaaarrr….Membeeeela Yang Benaaarrr!…”

Bersamaan dengan itu, terdengar suara mesin Vespa tua distarter.

Mesinnya menggerung keras dari garasi.

Vespa tua itu seperti dipaksa harus lari dengan kekuatan penuh sejak awal bergerak dengan perseneling satu.

Lita yang sedang membedaki pipinya, mendengar Theo menyanyi dan deru suara mesin Vespa, berhenti sejenak membedaki pipi.

BACA JUGA : Bisakah Takdir Berubah? Ini Penjelasannya
Keningnya berkerut.

Suasana rumah kembali sepi.

Makan malam berdua saja dengan Theo, Lita lebih banyak diam.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 50
Ali Si Hati Putih
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 88
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 9
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 31
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Prof Ahmad Rofiq Wadas, “Cadas Keadilan” dan Raja Midas
Next Article Ketum PBNU Meminta Kasus Wadas Jangan Dipolitisasi
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?