15 Januari 2026 05:51
Cover Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang - Horisontal

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINI JATENG –

Sebentar kemudian terdengar pintu depan rumah terbuka.

Ada orang berjalan melintas halaman mendekati pintu gerbang.

Ada bunyi orang membuka pintu gerbang.

Lalu, pintu gerbang kayu itu terkuak membuka.

Wajah kuyu wanita tua muncul dari dalam.

“Selamat siang, Mbok. Kami dari kepolisian Gajah Mungkur, ingin ketemu Pak Theo. Bisakah?” tanya Kapolsek sopan.

Tubuhnya agak sedikit membungkuk.

BACA JUGA: Ada Apa dengan Shalat Kita?

“Oh, Pak Polisi. Maaf. Rumah sedang kosong. Hanya saya yang menunggu rumah.”

jawab wanita tua yang tak lain adalah Mbok Siti. Pembantu keluarga Theo.

“Lho, rumah kosong? Pak Theo sedang pergi ke mana, Mbok? Apa sedang pergi dengan Bu Lita?” tanya Kapolsek lagi. Menyelidik.

“Tidak. Tuan Theo mendadak sakit tadi pagi. Dibawa ke rumah sakit. Katanya serangan jantung. Sedang Bu Lita, istrinya…..” Mbok Siti tidak melanjutkan ceritanya.

Dia malah menangis di depan Kapolsek.

Kapolsek memegang pundak Mbok Siti.

Dituntunnya Mbok Siti berjalan masuk kembali ke dalam rumah.

Mbok Siti didudukkan di sofa ruang tamu.

Kapolsek sendiri duduk di depan Mbok Siti.

Dibiarkannya Mbok Siti menangis cukup lama.

Kapolsek menunggu.

Sopirnya menutup pintu gerbang kayu.

BACA JUGA: Suka Duka Pengemudi Truk

Lalu ikut duduk menghadapi Mbok Siti.

“Baiklah, Mbok. Coba ceritakan kepada kami, apa yang terjadi dengan keluarga Pak Theo, setelah selesai acara pesta tadi malam?” tanya Kapolsek pada Mbok Siti.

Mbok Siti mengusap matanya yang merah dan sembab.

Sepertinya Mbok Siti sudah menangis sejak tadi sebelum Kapolsek datang.

Dan, mulailah Mbok Siti bercerita, apa yang dilihatnya semalam.

Tragedi keluarga Theo yang berakhir dengan sangat memilukan.

Iben pergi dari rumah.

Lita juga memaksa pergi dari rumah, dengan menggendong bayinya, walau harus menembus derasnya hujan.

Dan akhirnya Theo pun harus dilarikan ke rumah sakit karena mendadak terkena serangan jantung.

BACA JUGA:Keluhan Pengemudi Truk

Kapolsek Gajah Mungkur mendengarkan dengan cermat semua cerita Mbok Siti.

Sesekali dia memotong cerita dengan pertanyaan.

Lalu membuat beberapa catatan di buku nota kecilnya.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *