By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Kisah Sedih Anak Yatim di Hari Raya Idul Fitri, Nur Khoirin YD: Rasulullah Saw Sangat Peduli dan Penyayang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Gagasan

Kisah Sedih Anak Yatim di Hari Raya Idul Fitri, Nur Khoirin YD: Rasulullah Saw Sangat Peduli dan Penyayang

Arifin
Last updated: 28 April 2022 10:36 10:36
By Arifin
6 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – Masyarakat muslim sudah mulai sibuk mempersiapkan diri, menyambut hari yang fitri, hari pengampunan dari Rabbul Izzati.

Pasalnya, Bulan Puasa Ramadhan tinggal beberapa hari, Hari Raya Idul Fitri 1443 H sebentar lagi.

Hari yang penuh kegembiraan dan silaturrahmi, senyum merekah berjabat tangan menghampiri, pakaian baru semerbak mewangi.

BACA JUGA:PT Herba Emas Wahidatama Distribusikan Zakat untuk 250 Guru Ngaji di Banjarnegara

Aneka menu tersaji, ditawarkan kepada siapa saja dengan rendah hati, saling memaafkan agar lepas semua dendam dan iri hati, memulai hidup baru yang lebih baik untuk berbakti.

Gambaran kemeriahan dan kegembiraan Hari Raya Idul Fitri ini ternyata sudah dimulai sejak zaman Nabi Saw.

Hal ini bisa dibayangkan dalam kisah sedih seorang anak yatim yang ayahnya syahid dalam suatu peperangan bersama Nabi Saw.

Inilah kisahnya :

BACA JUGA:Boleh Rayakan Idul Fitri, Ganjar: Jangan Takbir Keliling

Pada suatu pagi di hari raya, setelah keluar dari sholat Id, Nabi Saw melihat anak-anak sedang bermain riang, berlari kesana kemari, dengan mengenakan pakaian baru warna warni.

Tiba-tiba Nabi Saw menemukan seorang anak yang duduk menyendiri.

Ia nampak sedih dan menangis, pakaiannya lusuh dan compang-camping.

Dia menunduk dan menutup muka dengan kedua tangannya yang kurus.

Lalu Nabi bertanya sambil mengelus lembut kepalanya:

“Nak, Apa yang membuatmu sedih dan menangis? Sementara teman-temanmu bermain riang gembira di hari raya?”

BACA JUGA:Info Haji Terbaru 2022: Menag Yaqut Terbitkan KMA Kuota Haji 1443 H, Berikut Sebaran dan Ketentuannya

Anak itu menjawab, dia tidak tahu yang bertanya itu Nabi Saw.

“Doakanlah aku, semoga aku kuat menjalani hidup ini! Bapakku wafat dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah Saw, ibuku lalu menikah lagi dengan orang lain, mereka mengambil rumahku, memakan hartaku, dan tidak mepedulikanku.”

“Jadilah aku seperti yang engkau lihat, telanjang, kelaparan, sedih dan hina. Ketika tiba Hari Raya Id, aku melihat teman-temanku bermain, mengenakan baju baru, dan sepatu baru. Aku jadi ingat, sendainya ayahku masih hidup, maka aku bertambah sedih dan menagis.”

Kemudian Nabi Saw dengan penuh kasih sayang dan kelembutan menawarkan :

أما ترضى أن أكون لك أبا وعائشة أما وفاطمة أختا وعلي عما والحسن والحسين إخوة؟

“Apakah kau mau aku jadi ayahmu, Aisyah jadi Ibumu, Fathimah jadi saudara perempuanmu, Ali jadi pamanmu, Hasan dan Husein menjadi saudara lelakimu?”

Anak kecil itu segera membuka matanya, dan baru mengetahui bahwa orang yang di depannya itu adalah Nabi Saw, segera ia menjawab dengan girang, “Bagaimana Aku tidak rela Ya Rasulallah?!”

Segera Rasulullah Saw mengambil anak itu dibawa pulang ke rumahnya.

Anak itu lalu diberi makan yang enak hingga kenyang, disuruh berdiri dan diberilah pakaian Hari Raya Id, baju baru, sepatu baru, dan parfum yang wangi.

Anak itu tersenyum riang lalu keluar dan bergabung bermain bersama teman-teman sebayanya.

Anak-anak yang lain pada heran dan bertanya, “Semula kamu menyendiri dan menangis, sekarang apa yang membuatmu dapat tersenyum?”

BACA JUGA: Ustadz Das’ad Latif Soroti Orang Sudah Sholat tapi Tetap Berbuat Maksiat, Ini Jawabnya

Anak itu menjawab : “Semula aku lapar sekarang sudah makan dan kenyang. Semula aku telanjang, sekarang aku sudah diberi pakaian. Semula aku tidak punya ayah, sekarang Rasulullah Saw menjadi ayahkuB, Aisyah jadi ibuku, Fathimah menjadi saudara perempuanku, Ali jadi pamanku, Hasan dan Husein jadi saudara laki-lakiku.”

Anak-anak yang lain lalu membayangkan, alangkah mulianya diangkat menjadi keluarga besar Rasulullah Saw.

Mereka berkata :
يا ليت آبائنا ماتوا في احدى الغزوات مع رسول الله

“Ooh seandainya bapak-bapak kami wafat dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah Saw.”
(sumber : http://www.muslimedianews.com)

Kisah ini adalah satu yang menggambarkan betapa mulianya akhlak Rasulullah Saw yang sangat peduli dan penyayang kepada umatnya.

Nabi yang hatinya sangat risau dan tidak tega dengan penderitaan umatnya, Nabi Saw yang penyantun dan penuh kasih sayang.
Hal ini disebutkan dengan jelas dalam Alquran :
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. (QS. At Taubah/9 : 128)

Kasih sayang Rasulullah Saw yang amat mendalam kepada umatnya ini terbawa sampai menjelang nyawanya dicabut oleh Malaikat Maut, yang terucap dari lisannya adalah: ummati, ummati, ummati (umatku 3x).

Inilah akhlaq Rasulullah Saw yang harus kita teladani.

Puasa kita sebulan penuh harus mampu menumbuhkan jiwa yang peduli kepada sesama.

Harus menumbuhkan rasa empati, turut merasakan penderitaan orang lain, dan sudi mengulurkan bantuan.

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Jika Zakat Fitrah Tidak Dibayar Tepat Waktunya, maka Ibadah Puasa Jadi Tidak Sempurna

Masih banyak orang miskin di sekitar kita yang kesulitan makan.

Masih banyak anak-anak yang tidak memiliki biaya untuk sekolah dan belajar Alquran.

Masih banyak anak-anak yatim yang terancam tidak memiliki masa depan.

Masih banyak orang yang kefakirannya nyaris menjerumuskan kepada kekafirannya.

Ini semua menjadi tanggung jawab sosial kita sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan.

Nur Khoirin YD, Tambakaji Ngaliyan, 26 Ramadhan 1443H/28 April 2022M***

You Might Also Like

MTQN Korpri Siapkan SDM Unggul
Pemanfaatan Aplikasi Quizizz sebagai Media Pembelajaran pada Siswa SD
NU di Pusaran Parpol dan Kekuasaan
Awas Wajah Kusam apabila Konsumsi Gorengan Berlebih
Santri, Ulama, dan Pilar Bangsa
TAGGED:akhlakCintailah Nabi Muhammad SAWIdul FitriLebaranRosul saw
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article PT Herba Emas Wahidatama Distribusikan Zakat untuk 250 Guru Ngaji di Banjarnegara
Next Article Yafikhi Gelar Colorful Ramadhan, Salurkan Hibah Alquran kepada 30 Takmir Masjid di Jateng
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Empat siswa SMA berseragam putih bekerja sama mengerjakan tugas kelompok di meja kelas.
Remaja Tak Cukup Hanya Dinasehati, Mereka Juga Butuh Didengarkan
Health Jateng
Tiga perempuan berjalan di jalur taman yang dikelilingi pepohonan dan tanaman hijau.
Remaja Zaman Sekarang Tak Cukup Hanya Sehat Fisik, Tekanan Sosial Juga Perlu Diperhatikan
Health Jateng
Orang tua dan anak perempuan tertawa bersama di sofa saat menghabiskan waktu bersama keluarga.
Rumah Seharusnya Jadi Tempat Paling Aman bagi Kesehatan Mental Anak, Sudahkah Kita Mendengarkan Mereka?
Health Jateng
Sekelompok mahasiswa berkumpul di halaman kampus untuk berbincang dan berinteraksi sosial.
Anak Muda Tak Harus Selalu Kuat: Mengapa Ruang Aman untuk Bercerita Penting bagi Kesehatan Mental?
Health Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?