By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 32
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 32

Arifin
Last updated: 26 November 2021 10:01 10:01
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

“Tok… Tok… Tok…“

Pintu terdengar diketuk lemah berulang kali tapi masih tidak ada jawaban dari pemilik rumah.

Sudah pukul dua dini hari dan tidak ada orang bertamu di waktu selarut itu.

Dengan penuh perasaan khawatir, seorang wanita membuka pintu rumahnya.

Betapa terkejutnya dia ketika membuka pintu dan mendapati ada tubuh tergolek lemah di depan pintu.

“Tolong! Tolong!” teriakan itu membangunkan Dodit dan para tetangganya.

“Ada apa, Bu?!” tanya Dodit yang segera menghampiri ibunya.

Ibunya yang shock hanya bisa menunjuk ke arah tubuh tak berdaya itu.

Tetangga mulai berdatangan karena khawatir dan penasaran dengan apa yang terjadi.

Dodit memberanikan diri membalikkan tubuh orang itu untuk memastikan wajahnya.

“Iben!” teriak Dodit.

“Iben?” Ibu Dodit seakan tidak percaya orang itu adalah Iben, sahabat dekat putranya yang selalu baik pada keluarganya.

Dodit segera membopong Iben masuk ke rumahnya.

“Tidak apa-apa, dia sahabat anakku. Aku hanya terkejut tadi. Kami akan menolong dia. Maaf telah mengganggu waktu istirahat kalian,” kata Ibu Dodit pada tetangga-tetangganya.

“Bagaimana bisa begini?” Dodit sangat khawatir.

Ibunya dengan sigap memerintahkan adik-adiknya untuk mengambil obat-obatan dan minuman hangat.

“Dia tidak suka berkelahi kan?” Tanya wanita itu pada Dodit.

“Tidak pernah!”

Dodit kemudian mengobati luka-luka dan memar di wajah dan tubuh Iben yang masih setengah pingsan.

“Luka sebanyak ini lebih bisa seperti dikeroyok daripada berkelahi, kan?”

“Apa tidak sebaiknya menelepon ayahnya?”

“Tidak Bu, kita tunggu dia siuman saja. Kita tidak tahu dari mana dia mendapat masalah. Sejauh ini justru ayah dan keluarganyalah sumber masalah baginya.”

“Ibu akan merawatnya, sebentar lagi pasti dia bangun.”

“Terima kasih, Bu,” ucap Dodit.

Ternyata sebentar kemudian Iben membuka mata dan mulutnya menyeringai menahan sakit.

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 31
Dodit memegang tangan Iben, mendekatkan wajahnya ke wajah Iben.

Mereka saling pandang.

Dodit tersenyum kecil, sedang Iben kembali memejamkan mata.

Tapi tak lama.

Iben membuka mata lagi dan mencoba tersenyum pada Dodit.

Yang terlihat bukannya bibir Iben tersenyum, tapi lebih tepat meringis aneh. Dodit hanya geleng-geleng kepala.

“Kamu belum makan ya sejak sore? Ayo makanlah. Kamu kan tahu keluargaku ini tidak pernah membiarkan siapapun buang-buang makanan,” bujuk Dodit pada Iben yang masih lemas.

“Makanya tidak perlu repot-repot siapkan makanan untukku,” jawab Iben.

“Siapa yang repot. Iben kan anak ibu juga. Dan seorang ibu tidak akan membiarkan putranya sakit,” kata ibu Dodit yang tiba-tiba masuk ke kamar Dodit.

“Ibu…” kata Iben dan Dodit.

Wanita yang telah mempunyai satu orang anak laki-laki dan tiga anak perempuan itu duduk di samping Iben.

Dia mengambil mangkuk bubur dan menyuapkannya pada Iben.

Iben tidak kuasa menolak karena Ibu Dodit terus memaksanya untuk makan.

“Sudah Bu, aku bisa makan sendiri,” kata Iben yang kemudian mengambil mangkuk buburnya.

“Lihat tangan kananmu bengkak, jika sudah agak baikan segera ke rumah sakit dengan Dodit, ibu khawatir tanganmu retak,” ucap Ibu Dodit yang tidak membiarkan Iben mengambil mangkuk bubur di tangannya.

Dodit senang karena ibunya bersikap baik pada sahabat dekatnya itu. Tapi senyum Dodit yang tadi mengembang segera pudar saat melihat air mata yang mengalir di pipi Iben.

“Ben, kamu baik-baik saja?” tanya Dodit.

“Ibu akan ambilkan obat agar kamu tidak kesakitan lagi,” Ibu Dodit mengira Iben menangis karena merasa sakit pada lukanya dan kemudian pergi untuk mengambil obat.

“Rindu dengan ibumu?” tanya Dodit yang dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh Iben.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Senja di Kota Praha
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 30
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 73
WIB Indonesia K-Pop Awards 2021, Cek Apakah Ada Idolamu?
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 42
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Angka Perceraian Tinggi, BKKBN dan BP4 Bersinergi untuk Menurunkan
Next Article Mencegah perkawinan anak Mencegah Perkawinan Anak, BP4 Jateng Gandeng BKKBN
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Tumis buncis dengan wortel, irisan sosis, dan cabai merah yang disajikan dalam mangkuk cokelat.
Bingung Menyiapkan Menu Harian? Ini 7 Ide Tumisan Praktis yang Hemat Minyak dan Cocok untuk Keluarga
Jateng News
Martabak telur goreng berwarna keemasan dengan isian telur dan daun bawang, dipotong menjadi beberapa bagian.
Tak Perlu Beli di Pinggir Jalan, Martabak Telur Kulit Lumpia Ini Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
Jateng News
Nasi goreng berbumbu dengan telur mata sapi, irisan cabai merah, daun bawang, dan sambal.
Tak Perlu Timbangan Dapur! Resep Nasi Goreng Takaran Sendok untuk Bekal Sekolah Anak
Jateng News
Sup ayam dengan wortel, kentang, dan sayuran dalam kuah bening hangat
Bingung Masak Apa Hari Ini? 3 Resep Sop Rumahan yang Hemat, Gurih, dan Mudah Dibuat
Jateng News
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?