By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 61
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 61

Arifin
Last updated: 25 Desember 2021 06:44 06:44
By Arifin
5 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –

Terdapat kejujuran dan kesungguhan dari setiap ucap katanya.

“Lita memang cantik dan pekerja keras. Tak heran, nasib baik selalu menyertainya. Dengan kondisi serba terbatas dia masih bisa menemukan suami yang hebat. Saya benar, kan?”

Pertanyaan paman Lita hanya di jawab senyuman oleh Iben.

Paman pun tersenyum, dengan melihat Lita yang sedang sibuk beres-beres di depan mereka.

Paman melanjutkan lagi ceritanya.

“Lita memang cantik. Iya, kan?”

“Iya,” jawab Iben.

BACA JUGA:Lalu Lintas di Jateng Landai, Ganjar Prediksi Peningkatan Malam Hari

“Dia benar-benar cantik luar dalam. Hingga suatu hari ada yang mengajaknya menjadi penyanyi dangdut.”

“Awalnya Lita ragu karena dia tidak punya suara merdu. Orang itu mengatakan “dengan kecantikan Lita, sudah cukup.”

“Kami menganggap itu rezeki dan jalan Tuhan untuk menyelesaikan masalah ekonomi keluarga ini, terutama untuk biaya pengobatan adikku. Sejak saat itu Lita jarang pulang, bahkan setahun terakhir ini tidak pernah. Ibunya sangat merindukan Lita, bahkan di detik-detik terakhir hidupnya dia menyebut nama Lita,” tangis Paman Lita mulai tak terkendali.

Dia kembali pada suasana haru dan duka atas penderitaan adiknya.

“Lita tidak pernah menceritakan hal itu, dan saya tidak tahu. Sekali lagi maafkan saya, paman,” Iben menepuk pundak paman Lita.

“Tapi kalian baik, bahkan sangat baik. Setiap bulan uang yang kalian kirim lebih dari cukup untuk kami. Mungkin ini setimpal. Semakin banyak uang yang Lita berikan semakin sulit kami bertemu dengannya. Karena hal itu, adikku tidak mau menggunakan uang dari Lita untuk biaya pengobatannya, hingga dia meninggal. Meski demikian, dia tidak pernah marah pada Lita. Dia tetap mencintai Lita sampai akhir hayatnya.”

Tak terasa mata Iben ikut berkaca-kaca.

BACA JUGA:Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 60

Selama ini dia selalu merasa benar dan hanya dirinya seorang yang terluka.

Sekarang Iben menyadari meski dirinya terluka dia tidak berhak melukai orang lain.

Setiap orang punya luka atau bekas luka.

Setiap orang membawa lukanya.

Bahkan ada yang sengaja merawat lukanya tetap menganga tak tersembuhkan, agar setiap saat masih bisa merasakan sakitnya.

Iben tersentak sendiri.

Bukankah dirinya juga orang seperti itu?

Menikmati sakitnya luka bersama ibunya dalam genggaman kuat tangan perkasa Theo?

Malam hari yang tak kunjung sepi.

Tahlil terdengar hingga setiap sudut rumah.

BACA JUGA: Pasar Kroya Terbakar, Kios Habis Dilalap Jago Merah

Semua orang khusyuk mendoakan almarhumah.

Begitu pula Lita yang duduk sendiri di bangku depan rumahnya sembari memanjatkan doa pada Yang Kuasa dan menyesali betapa bodohnya dirinya.

Iben melihat Lita duduk sendiri, kemudian perlahan berjalan mendekatinya.

“Are you okay?” tanya Iben

“Yaa…” jawab Lita sambil mengusap air matanya.

“Kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya, kan? Aku bukan orang yang kaya sejak lahir, maaf aku pernah berbohong padamu,” Lita tersenyum getir menyesali kebodohannya.

“Sebenarnya aku sudah bisa menduga, tapi tidak sejauh yang pamanmu ceritakan.”

“Apa yang dia ceritakan? Jangan percaya padanya. Dia suka berbohong. Sama sepertiku.”

“Semua hal yang harus aku ketahui. Aku tidak percaya pada siapapun selain pada Tuhan.”

BACA JUGA:Rem Blong, Truk Tabrak 7 Mobil hingga Rusak Berat

“Hahaha… kamu memang pintar, seperti kata ayahmu.”

“Dan sekarang aku tidak percaya dia berkata aku pintar.”

“Kamu percaya pada Tuhan dan Tuhan menciptakanmu sebagai manusia yang bisa merasakan cinta. Maka kamu harus percaya cinta. Jika tidak, mungkin kamu bukan manusia dan kamu tidak hidup di dunia nyata, tapi di neraka.”

“Apa kamu percaya?” tanya Iben

“Ya,” jawab Lita yakin

“Apa kamu pernah merasa benar-benar hidup di dunia bukan di neraka?”

“Pernah. Sebelum aku melangkahkan kaki meninggalkan ibuku, orang yang sangat kucintai.”

“Maksudmu, meninggalkan cinta akan hidup seperti di neraka?”

“Tidak. Cinta dan sayang itu abadi. Yang aku rasakan mungkin hanya bayang-bayangnya saja.”

“Sudahlah, aku tidak mengerti. Jadi kapan kita akan pulang? Jika terus di sini kamu akan membuat tempat ini banjir air mata,” kata Iben sedikit meledek.

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 31
Resep dan Cara Membuat Mie Aceh Istimewa, Rasa Sekaligus Pedasnya Mantap
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 92
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 21
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 74
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 92, 93, 94, 95, 96, 97 Pembelajaran 2 Sub Tema 3 Masyarakat Sejahtera, Negara Kuat
Next Article PMI gelar pelatihan sebagai upaya mengurangi risiko bencana alam PMI Gelar Pelatihan Upaya Mengurangi Risiko Bencana Alam
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?