By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Semarang Fashion Trend 2022: Angkat Wastra Jawa dalam Panggung Mode
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • World
  • Economy
  • Business
  • Industry
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
BanjarnegaraRuang Ekspresi

Semarang Fashion Trend 2022: Angkat Wastra Jawa dalam Panggung Mode

Dwi Widiyastuti
Last updated: 5 Agustus 2022 16:36 16:36
By Dwi Widiyastuti
4 Min Read
Share
SHARE

OPINIJATENG.COM – Setelah sekian lama vakum dari ajang fesyen show akhirnya Kota Semarang menggelar acara fesyen show berskala besar yang digelar selama tiga Hari berturut-turut, 4-6 Agustus 2022.

Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter bekerjasama dengan BBPVP Semarang, menggelar sebuah perayaan tren fashion dengan nama Semarang Fashion Trend 2022.

Bertempat di Runway Hall Gedung BBPVP Semarang, acara ini menghadirkan ratusan pelaku fesyen dari Jawa Tengah dan beberapa kota lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Solo, dan Malang.

BACA JUGA: Polda Jateng Sabet 4 Penghargaan dari Kanwil Perbendaharaan Negara

Yang membuatnya berbeda adalah keikutsertaan yang tidak hanya berasal dari para desainer fesyen atau pemilik brand fesyen, namun juga peserta didik dari SMK, sekolah mode, dan mahasiswa.

Tidak ketinggalan, mereka juga mengadakan kompetisi desain busana, Semarang Fashion Trend Competition.
Semarang sebagai salah satu kota mode Indonesia, ingin mengangkat Warisan Nusantara (Wastra) Jawa Tengah menjadi busana high fashion yang sejajar dengan tren mode internasional.

Selain itu, acara ini juga memberikan acuan mode yang akan tren tahun 2023, melalui seminar dan talkshow “Trend Forecasting” yang akan diselenggarakan pada Sabtu 6 Agustus 2022.

Secara garis besar, tren fesyen yang disampaikan mengacu pada tema besar Trend Forecasting 2023/2024 yakni “Co-Esist”, yang merupakan konsep bertahan hidup dengan tetap optimis dan kreatif dari apa yang kita miliki. Hal ini juga mengacu pada konsep hidup yang dekat dengan alam serta kepekaan akan saling berbagi yang kuat.

BACA JUGA: Pendidikan dan Budaya Anti-Korupsi, Berjalan Merangkak

Nah, implikasinya pada fesyen adalah bagaimana pelaku fesyen bisa sekreatif mungkin berkarya meski dengan berbagai faktor keterbatasan.

Serta memasukkan prinsip sustainable dalam karyanya. Baik dari segi menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, pewarna alam, minim limbah, atau memberdayakan para pengrajin dari material yang dipakai menjadi sebuah busana.

Nah, fesyen show-nya sendiri dibagi 3 sesi selama 3 hari berturut-turut. Pada hari pembukaan yang turut diresmikan oleh Siti Atikoh Ganjar Pranowo, dibuka dengan show dari Salatiga Carnival yang kemudian disusul LNC by BBPVP dan 16 orang desainer yang tergabung dalam IFC Semarang Chapter.

Pada fashion parade I yang berlangsung pada pukul 16.30, diisi oleh peserta didik dari beberapa SMK di Jawa Tengah, Malang, dan Palembang, sekolah mode Susan Budihardjo, dan mahasiswa Unnes.

BACA JUGA:Ribuan Orang Hadiri Haul Ke 11 KH Masruri Mughni

Pada malam hari, tepatnya pukul 19.00, fashion parade diisi beberapa desainer yakni Tuty Adib, Hannie Hananto, Pinky Hendarto, Andy Sugix, Devy Ros, Inge Chu, Olif Kinanti, Sudarna Suwarsa, Aldre Indrayana, Elkana Gunawan feat. Seven Noe, dan Bramanta Wijaya.

Lalu pada hari kedua, sesi pertama merupakan fashion parade competition, lalu disusul fashion parade pada pukul 16.30 yang diisi Forkomindo Kota, David Yan, Thifa Qaisty, Widya Andhika, Novi Razaqa, Tya Chandra, Dwi Warna, Lily Gunawan, Kain Ratu Jepara, IDENTIX by Irma Susanti, dan Athan Siahaan.

Pada malam hari, fashion parade diisi oleh Bank Indonesia KPW Jawa Tengah member IKRA, Batik Blora, Wignyo Rahadi x Roro Kenes, Monika Jufry, Novita DP x Novie Andjani, Batik Siputri, Seindah Nusantaraku by LF & RM, Sudarna Suwarsa x Novie Anjani, Ina Priyono x Roro Kenes.

Pada hari terakhir (6/8) fashion parade pertama diisi oleh Dwi K, Halida Noor, Erna Juliana Z, Leony Teresia, Prihesti x Dinar, Agustin, Aning Lamus, Sudarna Suwarsa, Ina Priyono, SMKN 1 Brebes, dan Ummu Hanifah.

Sesi kedua pukul 16.30 diisi Wignyo Rahadi, Tieka Scarfola, Moleka by Auvia Sasmita, Elly Virgowarti, Eienno, Phillip Iswardono, Elkana Gunawan, Muhammad Bayu, Mihalul Abrar, Owen Joe, dan Yunius Mujianto.

Dan pada closing ceremony, akan ditutup oleh fashion show dari Deden Siswanto dan Gregorius Vici.
*) Teks & foto: Tia Chasmani***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 123
2 Imam Sholat Akan Diberangkatkan ke Amsterdam Belanda oleh PP MAJT
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 109
Yuk ke Semarang! Seru Eksplorasi Klenteng Sam Poo Kong, Kota Lama, dan Lawang Sewu
Kirab Hari Jadi ke-454 Kabupaten Banjarnegara: Tradisi, Sejarah, dan Harapan Baru
TAGGED:BBPVP SemarangIFC Semarang ChapterIndonesian Fashion Chamber Semarang ChapterSemarang fesyen trend 2022Semarang fesyen trend.
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Polda Jateng Sabet 4 Penghargaan dari Kanwil Perbendaharaan Negara
Next Article Polres Magelang Ungkap Kasus Pembunuhan dengan Pelaku Dibawah Umur
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Tim pemasaran berdiskusi menganalisis data dan grafik bisnis menggunakan laptop dalam rapat strategi marketing.
Jangan Asal Promosi! Ini Strategi Marketing yang Bisa Membantu Bisnis Lebih Dikenal Pelanggan
Jateng Marketing
Ilustrasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dengan bangunan industri dan cerobong di kawasan hijau.
Sampah Kota Bisa Jadi Listrik, tetapi Mengapa Kebiasaan Warga Tetap Menentukan?
Environment Jateng
Gajah Sumatra bertaring panjang berdiri di tengah hutan tropis yang rimbun.
Hutan Bukit Tigapuluh Bukan Sekadar Rumah Satwa, Masa Depan Masyarakat Juga Dipertaruhkan
Environment Jateng
Sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk di sepanjang pantai hingga mencemari kawasan laut.
Laut Rusak, Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya? Nasib Nelayan dan Masa Depan Pangan Indonesia
Environment Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?