By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan, Alquran, dan Fitrah Kemanusiaan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
Search
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
News

Prof Ahmad Rofiq: Ramadhan, Alquran, dan Fitrah Kemanusiaan

Arifin
Last updated: 15 April 2022 11:27 11:27
By Arifin
7 Min Read
Share
Prof Ahmad Rofiq
SHARE

OPINIJATENG.COM – Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita persembahkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah SWT.

Hanya karena kasih sayang dan anugerah-Nya kita masih dapat menghirup udara segar, dan dengan nikmat iman dan Islam, kita merasa butuh untuk melaksanakan ibadah ini. 

Shalawat dan salam marilah kita sanjungkan pada Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA:Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri: Ini 6 Perkara yang Harus Dijauhi di Bulan Ramadhan

Mari kita manfaatkan momentum bulan Ramadhan ini, untuk selain menjalankan ibadah puasa, kita merenungkan dan mencermati secara seksama Firman Allah:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS. Al-Baqarah (2): 185).

BACA JUGA:Djoko Setidjowarno: Mudik, jika Lelah Beristirahatlah

Ada beberapa hal yang perlu difahami, pertama, Ramadhan adalah kesempatan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, untuk membersihkan dosa dan residu yang boleh jadi sudah berkarat selama sebelas bulan.

Melalui puasa Ramadhan dan menghidupkan malam-malam Ramadhan untuk mensucikan dosa vertical dan horizontal kita.

Kedua, pada bulan Ramadhan, adalah awal diturunkannya Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan sebagai hidayah atau petunjuk bagi manusia, agar mampu merawat fitrah kemanusiaannya, dapat memanusiakan dirinya sendiri dan juga orang lain.

Fitrah manusia adalah bertuhankan Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, manusia yang menjaga fitrahnya, dia akan senantiasa rendah hati, tawadhu’, dan menjauhkan diri dari sombong, takabur, riya dan sum’ah.

BACA JUGA:5 Tips Semangat Belajar saat Bulan Ramadhan

Orang yang menjaga fitrahnya, ia selalu berusaha untuk belajar sepanjang hayat, bertutur kata secara lembut, menjaga akhlakul karimah dan budi pekertinya, agar ia mampu menduplikasi sifat Rahman dan Rahim Allah.  

Syekh Muhammad al-Ghazali, penulis Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad saw menyatakan, “Meskipun begitu banyak buku ditulis tentang Nabi Muhammad, sosok agung itu tidak akan pernah selesai diungkap secara final. Sebab batinnya mensamudra, dan ilmunya mencakrawala. Di dalam dirinya tersimpan segala kearifan masa lalu, dan segala pengetahuan suci masa depan. karena itu tidaklah meleset ketika seorang sufi Persia dari abad ke-12 menulis bait berikut ini:

“Muhammad walaupun engkau ummi, tidak bisa baca tulis, tetapi seluruh perpustakaan dunia tersimpan rapi dalam dirimu.  Ini karena ilmu yang menggenang dalam diri beliau, adalah merupakan anugerah tak kepalang yang meluruh secara langsung (ladunni) dari tahta keagungan Allah SWT”.

BACA JUGA:7 Tips agar Aktivitas Belajar Tetap Aktif ketika Menjalankan Ibadah Puasa

Rasulullah saw dihadirkan oleh Allah ke muka bumi ini, sebagai figur teladan yang baik (uswatun hasanah) yang memiliki empati, simpati, dan kepedulian yang sangat kuat ketika melihat, menghadapi situasi ketidakadilan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh sesama orang-orang yang beriman. Beliau letakkan fondasi hidup ini, di atas kerangka yang sangat kuat yakni iman dan amal salih.

Iman adalah fondasi batin, hati yang kuat, dan akidah yang kokoh, yang tidak mudah tergoyahkan oleh apapun, apalagi hanya godaan dan iming-iming keduniawian dan jabatan.

Ketiga, puasa mendidik kita menjadi manusia yang memiliki kedermawanan, setelah merasakan lapar dan haus sementara.

BACA JUGA:Aktif selama Ramadhan: Bekerja, Urusan Rumah Tangga, Ibadah, Nomor 3 Jangan Lupa

Banyak saudara kita yang boleh jadi masih lapar dan haus berkepanjangan. Karena itu, Rasulullah saw menganjurkan memberi takjil, baik melalui infaq atau sedekah, agar kita mampu membahagiaan saudara kita yang berpuasa.

Islam diturunkan untuk merealisasikan kasih sayang Allah di muka bumi ini (rahmatan lil ‘alamin).

Rasulullah Muhammad saw memberikan teladan dan tuntunan, bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berpemerintahan, beliau mengedepankan sifat dan sikap lemah lembut namun tegas, selalu menjadi pemaaf, dan bahkan selalu memohonkan ampunan orang lain kepada Allah SWT, dan di atas segalanya sangat menghormati dan mengajak orang lain bermusyawarah dan bekerja keras, namun tetap bertawakkal kepada Allah SWT agar tidak takabbur namun rendah hati. 

Firman Allah: “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. (QS. Ali ‘Imran: 159).

BACA JUGA:Prof Ahmad Rofiq: Puasa, Masjid, dan Pendidikan Anak

Mengakhiri renungan ini, mari kita cermati ungkapan al-Syibli, seorang sufi sezaman dengan Al-Hallaj di awal abad ke-10 dalam puisi berikut: Setiap rumah yang engkau diami, tidak membutuhkan lampu sama sekali, dan pada hari ketika bukti-bukti dibawakan, maka buktiku adalah wajahmu”. 

Di samping sebagai cahaya spiritual yang sanggup menyinari jiwa-jiwa manusia yang dahaga, Muhammad juga merupakan sandaran yang ampuh yang menghubungkan antara manusia kebanyakan dengan Tuhan.

Karena itu dia disebut barzakh, perantara. Maka tak salah, kalau pada hari kebangkitan, ketika bukti-bukti amal ditampakkan oleh Tuhan, al-Syibli – dan kita semua – berharap untuk dilumuri cahaya Nabi Junjungan itu, untuk dapat meraup syafaat beliau.

Semoga melalui pemahaman makna diturunkannya Al-Qur’an di bulan Ramadhan, kita mampu menjadikan ibadah puasa menjadi perisai diri kita, wasilah dan instrument untuk membersihkan dan mensucikan diri ktia, untuk kembali kepada fitrah kemanusiaan kita. Amin.

Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Guru Besar Hukum Islam Pascasarjana UIN Walisongo, Ketua PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah, Direktur LPPOM-MUI Jawa Tengah, Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit Islam-Sultan Agung (RSI-SA) Semarang, Koordinator Wilayah Indonesia Tengah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Pusat dan Anggota Dewan Penasehat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Pusat.***

You Might Also Like

Terdapat 10 Ribu Kuota Beasiswa Habibie untuk Siswa SMA dan Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta
Ibunda Hanna Kirana, Cerita Kronologi Kepergian “Zahra” di Suara Hati Istri
Kenali 9 Gejala Penyakit Liver yang Diderita Ameer Azzikra , Nomor 6 dan 8 Sering Tidak Diduga
Hari Ini, Jenazah Vanessa Angel dan Bibi Siap untuk Dimakamkan
Ratusan Guru Banjarnegara Ikuti Roadshow Deep Learning
TAGGED:fitriProf Ahmad Rofiqpuasa RamadhanRamadhanzakat fitrah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri: Ini 6 Perkara yang Harus Dijauhi di Bulan Ramadhan
Next Article 7 Tips Belajar Puasa untuk Si Kecil, Kesayangan Ayah Bunda
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Ilustrasi pemuda dan tokoh acara memegang bola sepak di atas panggung dengan pertunjukan seni tradisional dan lampu warna-warni.
Bukan Sekadar Panggung Hiburan, Anak Muda Butuh Ruang untuk Mengubah Ide Menjadi Peluang
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari jaran kepang mengenakan kostum tradisional merah dan emas sambil menari dengan properti kuda kepang di panggung festival.
Festival Budaya Jangan Cuma Ramai Pengunjung, Seniman dan UMKM Juga Harus Diuntungkan
Jateng Ruang Ekspresi
Ilustrasi penari tradisional mengenakan hiasan kepala berwarna emas dan membawa selendang kuning dalam pertunjukan budaya.
Budaya Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Ini Peluang Besar bagi Ekonomi Kreatif dan Generasi Muda
Culture Jateng
Ilustrasi parade Cap Go Meh dengan peserta berbaju merah mengarak hiasan ritual di bawah deretan lampion merah.
Cap Go Meh Bukan Sekadar Festival Lampion, Ada Jejak Akulturasi Budaya yang Hidup di Indonesia
Culture Jateng
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Redaksi Opini

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?