Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 94
Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.COM menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

OPINI JATENG –
Terbayang kembali perjalanannya bersama Lita, sejak dari rumah sampai ke hotel di Banjarbaru ini.
Bagaimana Mbok Siti tadi siang melepasnya dengan pandangan aneh.
Pandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Mbok Siti baginya tak beda seperti ibunya sendiri.
Mbok Siti ikut membesarkan dirinya sejak dia masih anak-anak.
Mbok Siti masuk dalam keluarganya sejak dia masih duduk di Sekolah Dasar.
Kalau tidak salah sejak dia di kelas lima SD.
BACA JUGA:BP4 Jateng Mengusulkan agar Bimbingan Pranikah Diwajibkan
Sepuluh tahun Mbok Siti ikut membesarkannya, Mbok Siti sudah sangat paham pikiran dan perasaannya.
Iben merasa, tatapan Mbok Siti tadi siang memperlihatkan kekhawatiran, kecemasan, saat mengantar kepergiannya bersama Lita.
“Ngati-ati ya, Den Iben. Pergi jauh. Jaga Neng Lita baik-baik.” begitu pesan Mbok Siti, yang masih terngiang di telinganya.
“Iya, Mbok,” hanya itu yang keluar dari mulutnya, sebagai jawaban.
Karena terus terang Iben juga tidak tahu harus menjawab apa. Iben juga tidak tahu persis, apa sesungguhnya maksud di balik pesan mbok Siti agar dia menjaga Lita baik-baik.
Iben bergulingan sendiri di tempat tidur.
Dia merasa perjalanan Semarang – Banjarbaru dalam udara yang panas, membuat tubuhnya gerah dan lungkrah.
Akhirnya, dia bangkit, melepas baju kaos dan celana jinsnya.
Lalu membuka ranselnya mengeluarkan celana pendek, kaos, dan pakaian dalam.
Sebentar kemudian, Iben sudah berada di kamar mandi.
Dia menikmati air hangat di bawah shower.
Mengguyur seluruh tubuh dengan air hangat ternyata mampu memberikan kesegaran untuk tubuhnya yang lumayan penat.
Dengan tubuh yang lebih segar, Iben kembali menjatuhkan diri ke tempat tidur.
Sebentar kemudian, dia telah terlelap.
Sementara film di kanal kabel HBO masih terus menyala memainkan Tomb Raider yang dibintangi si aktris berbibir seksi, Angelina Jolie.
Sedang di kamar sebelah, Lita juga tak beda gelisahnya seperti Iben.
Bagaimanapun, Lita sadar dengan mengajak Iben ke Banjarbaru, dia sudah memasuki wilayah berbahaya.
Di matanya, Iben bukan lagi sekadar anak tiri.
BACA JUGA:Bimbingan Pranikah Diwajibkan, Usul BP4 Jawa Tengah
Iben adalah remaja dewasa yang mulai tumbuh menuju anak muda yang matang.
Secara fisik Iben sudah menjadi seorang lelaki.
Tubuhnya tinggi, langsing, rambut agak gondrong, wajah yang cukup tampan.
Secara keseluruhan, Iben adalah penampilan remaja masa kini, yang menjadi idaman gadis remaja yang masih sekolah di bangku SMP-SMA.
Wajahnya memang lugu, cenderung culun.
Bersih seperti tanpa dosa.
Bila pada awal perkenalan dulu, Iben bersikap galak dan kasar kepadanya, Lita bisa memakluminya.
Hanya setelah tahu ketergantungan dan keterikatan batin yang kuat kepada Ipo, ibunya, Lita dapat menundukkan kekasaran Iben kepadanya.
Lita berhasil mencuri perasaan Iben.
Dan sekarang Lita yakin, Iben sudah sepenuhnya berada dalam genggaman tangannya.
Apa pun yang dikatakannya, Iben tentu akan selalu mengiyakannya.
Hanya saja, Lita tidak dapat menipu dirinya sendiri.
Sejak berhasil mendekati Iben, Lita melihat Iben ternyata memang pribadi yang menarik.
Remaja satu ini memang penampilannya cool.
Wajahnya cakep.
Tubuhnya tinggi langsing namun cukup macho.
Bagi Lita, wanita dewasa yang sudah berpengalaman bergaul dengan lelaki, sosok Iben adalah sosok yang cukup mengundang sensualitas cukup tinggi.
BACA JUGA:BP4 Jateng Mengusulkan agar Bimbingan Pranikah Diwajibkan
Jujur saja, setiap kali Iben memegang, menggandeng, atau menggenggam tangannya saat berjalan bersama, ada desir-desir halus menyentuh naluri kewanitaannya.
Selama ini, Lita masih mampu menyembunyikan desir-desir halus itu dari pandangan Iben.
Tetapi berapa lamakah dia akan mampu bertahan?
Lita sadar sepenuhnya, Theo sangat jarang menyentuhnya.
KOMENTAR : weesenha@gmail.com***
