8 Desember 2025 02:37
Golden Hour Sunset Sky Book Cover

Ilustrasi Senja di Kota Praha/S_Marzy

OPINIJATENG.COM-Pagi berselimut dingin, kala Andrian tiba di Praha. Kota tua di bagian Eropa Timur ini, tampak anggun menyapa. Andrian melangkahkan kakinya menjauhi stasiun. Menyusuri jalanan Opletalova, yang ramai oleh wisatawan. Berbagai ornamen Natal dipajang di ruang terbuka sepanjang jalan. Andrian merapatkan jaket dan scraf tebalnya, suhu di Praha saat ini -4ºC.

“Ayo, kita coba kue khas Praha!” ajak Alexa sahabatnya. Ia menunjukkan sebuah toko penjual Trdelnik, makanan tradisional Slovakia. Trdelnik merupakan pastry gulung tradisional yang dilapisi dengan gula atau kayu manis. Bentuknya memanjang karena makanan ini digulungkan pada tongkat kayu atau logam. Memanggangnya pun di atas api dan dilapisi dengan gula atau kayu manis.

BACA JUGA: Ketulusan Cinta

“Jadi, kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini?” tanya Alexa.

“Liburan,”  jawab  Andrian singkat, memasukkan Trdelnik ke mulutnya.

“Kamu tidak sedang melarikan diri, kan?  Atau jangan-jangan sedang patah hati” selidik Alexa. Andrian menggeleng.

“Ga biasanya kamu ninggalin ibumu. Apalagi sampai menyeberangi Benua,” kata Alexa lagi. Wanita berkaca mata itu adalah sahabat Andrian saat SMA di Lubuklinggau. Setelah menikah, ia pindah ke Praha mengikuti suaminya yang berkebangsaan Slovakia.

Kunjungan ini bukan pertama kalinya bagi Andrian, beberapa kali ia mengunjungi Alexa dan suaminya. Waktu SMA ia dan Alexa sering dijodoh-jodohkan, namun mereka tak punya perasaan apapun selain persahabatan.

“Aku yakin, kau menyimpan sesuatu. Baiklah kalau tidak mau cerita, ayo kita nikmati Praha,” ujar Alexa menyerah.

***

Setahun yang lalu

Andrian antri untuk pengambilan bagasi di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin Palembang, setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Jakarta. Seorang gadis cantik berambut panjang di depannya, terlihat kerepotan dengan barang bawaannya. Tanpa sengaja, kopernya terjatuh dan isinya tercecer tepat di depan Andrian. Refleks, Andrian membantu gadis tersebut membereskan barang-barangnya.

BACA JUGA: Cinta Tak Bertepi

“Terima kasih,” kata gadis itu lembut sambil tersenyum ramah. Andrian menatap mata gadis itu, ia merasakan dadanya berdesir.

“Ah, iya sama-sama. Mari saya bantu mendorongnya,” ujar Andrian. Kebetulan ia hanya membawa koper ukuran sedang, sehingga ia bisa membantu gadis tersebut.

Mereka tiba di ruang tunggu. Di sanalah mereka kemudian berkenalan. Namanya Elsa Wijaya, yang berprofesi sebagai dokter di salah rumah sakit di Palembang. Obrolan pun semakin menyenangkan, bahkan mereka bertukar nomor Whatsapp.

Setelah perkenalan tersebut, Andrian memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Elsa. Bahkan akhirnya mereka sepakat untuk menikah, walaupun ayah angkat Andrian tidak merestui.

***

Waktu sekarang

Andrian memasuki mulut alun-alun Old Town Square, tak hentinya ia kagum dengan antiknya Prague Orloj atau yang biasa dikenal dengan Astronomical Clock Tower. Orloj adalah salah satu contoh karya teknologi tinggi pada abad ke-15. Jam astronomi ini salah satu jam tertua di dunia yang masih bekerja. Menurut legenda setempat, mata sang pembuat jam akhirnya dibuat buta oleh raja agar tidak bisa membuat jam yang sama.

BACA JUGA: Cinta Ini Milikmu

Andrian awalnya kebingungan dengan sistem kerja jam tersebut. Alexa dengan sabar menjelaskan padanya, maklum wanita itu sudah tinggal di Praha hampir sepuluh tahun.Tentu ia sudah paham, selain itu  Alexa sering memandu kenalannya yang berkunjung ke Praha.

“Dua lempeng itu berfungsi untuk perhitungan astronomi dan kalender,” jelas Alexa menunjukan lempeng di bawah Prauge Orloj.

Pada cincin hitam di sekitar Orloj terdapat ornamen berwarna keemasan, yang merupakan simbol angka Schwabacher dari huruf Ceko jaman kuno. Terlihat pula simbol zodiac dan angka romawi berwarna keemasan. Setelah puas menikmati aksi jam astronomi, Andrian memutuskan berjalan santai di atas jembatan cantik bernama Charles Brige. Tak lupa ia mengambil beberapa gambar dirinya, dengan dibantu Alexa. Charles Brige ini menghubungkan Old Town dengan Lesser Town. Jembatan ini diawali gerbang megah bergaya gothic. Sepasang pria wanita bergandengan tangan di depan Andrian, membuat lelaki itu, teringat dengan Elsa.

Awal pernikahan semuanya masih terasa manis, Elsa cukup perhatian dengan kedua anak Andrian dari Almarhum Rani istri pertamanya. Namun, selang beberapa bulan, sifat asli Elsa mulai terlihat. Elsa tak mau lagi mengurus anak-anak Andrian, bahkan minta agar anak-anak dititipkan di rumah orang tua Andrian. Untuk memberi uang ke anak-anaknya saja, Andrian harus sembunyi-sembunyi supaya Elsa tidak marah.

BACA JUGA: Orang Ketiga-1

“Kamu transfer ke Naya dan Adit ya?” tanya Elsa menunjukkan bukti transfer kepada Andrian.

“Apa salahnya? Aku ayahnya, aku wajib menafkahi mereka,” kata Andrian.

“Kamu main belakang ya? Sudah ku bilang jangan manjakan mereka. Aku menikah denganmu, bukan dengan keluargamu!” teriak Elsa geram sambil mencakar muka Andrian.

Setiap hari bagi Andrian seperti neraka. Tak ada lagi ketentraman dalam rumah tangganya. Ingin rasanya ia mengadu pada Pak Dhanu ayah angkatnya. Namun, ia tak cukup nyali untuk melakukannya, setelah ia memaksakan menikahi Elsa tanpa restunya.

“Ayo, kita naik boat!” teriak Alexa, membuyarkan lamunan Andrian. Tanpa menunggu jawaban, wanita itu langsung membeli tiket boat trip.

Andrian menikmati liukan aliran sungai Vltava. Puluhan patung dan ornamen di sepanjang kiri dan kanan jembatan. Lelaki itu, mengabadikan keindahan jembatan tua nan anggun ini. Sejauh mata memandang, yang tampak puluhan jembatan cantik yang melengkung sempurna. Beberapa wisatawan tampak menyusuri sungai dengan menggunakan kapal sambil menikmati hidangan.

BACA JUGA: Hanya Sepenggal Kisah

Sore menjelang, Andrian dan Alexa melanjutkan menyusuri jejak klasik kota Praha. Langkah mereka memasuki area Lesser Town. Pelan-pelan menapaki jalan mendaki menuju Prague Castle, yang merupakan kastil terbesar dan tertua di dunia. Tidak hanya besar, tetapi juga artistik. Setidaknya ada empat perpaduan arsitekturnya antara lain gaya gothic, romawi, baroque dan renaissance. Ada empat istana dan empat gereja dalam lingkungan kastil ini. Juga terdapat taman-taman istana yang dibangun. Rasanya tak cukup seharian untuk menjelajahi kawasan kastil Praha ini.

Dari dalam kastil mereka dapat melihat keindahan kota Praha dengan bangunan beratap merah. Mentari mulai tenggelam, senja pun datang. Terlihat langit memerah di atas kota Praha. Keindahan dan kemegahan kota Praha saat senja bak di negeri dongeng. Namun, entah mengapa hati Andrian terasa hampa dan kosong.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *