By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Reading: Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 18
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Opini Jawa TengahOpini Jawa Tengah
  • Us Today
  • Us Today
  • Us Today
  • World
  • World
  • World
  • Economy
  • Economy
  • Economy
  • Business
  • Business
  • Business
  • Industry
  • Industry
  • Industry
  • Politics
  • Politics
  • Politics
  • Banjarnegara
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Jateng
  • Khazanah
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Ruang Ekspresi
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
  • Advertise
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Ruang Ekspresi

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 18

Arifin
Last updated: 5 November 2021 07:26 07:26
By Arifin
4 Min Read
Share
SHARE

Sejak Minggu 24 Oktober 2021, OPINIJATENG.com menyajikan novel “Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang” karya Wardjito Soeharso, novelis asal Kota Semarang, secara bersambung (serial). Semoga bermanfaat. (red)

Wardjito Soeharso

OPINIJATENG.COM –
Sejenak Iben hanyut dalam diam, dia memperhatikan kakaknya yang dia tidak tahu entah mendengarnya atau tidak.

“Kakak tidak ingin bertanya? Apa kabarku dan ibu baik baik saja? Berapa kali dalam sebulan ayah pulang? Apa kami merindukanmu? Kalau Kakak diam biarkan aku yang bertanya.”

“Apa Kakak baik-baik saja di sana? Apa Kakak rindu dengan aku dan ibu? Apa Kakak bahagia? Apa Kakak tidak ingin pulang? Apa Kakak membaca pesan dari aku dan ibu?”

“Kenapa Kakak tidak pernah membalas pesan kami? Tidak seharusnya Kakak iri padaku, ibu memang selalu ada bersamaku tapi hati dan pikirannya tidak pernah menyatu.”

BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 1
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 2
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 3
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 4
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 5
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 6
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 7
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 8
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 9
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 10
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 11
BACA JUGA : Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 12

“Seperti keluarganya yang terpecah belah, jiwa, pikiran, dan hatinya juga terpecah belah. Aku selalu melihat ketakutan di matanya, kesedihan di senyumnya.”

“Setiap detik ibu merindukan kalian. Mengkhawatirkan kalian. Ayah, Kak Ikang dan Kak Ibas, kalian bisa hidup tanpa memikirkan ibu, tapi bagaimana ibu bisa hidup tanpa memikirkan kalian? Kita semua kesayangan ibu, kita semua yang menjadi alasan ibu untuk tetap bertahan hidup.”

Air mata Iben mengalir melalui ekor matanya.

Iben tidak habis pikir bagaimana ayahnya dan kedua kakaknya bersikap biasa saja setelah ibu meninggal.

Ketidakberadaan ibu membuat keadaan keluarga semakin buruk.

Pertengkaran Ibas dan ayah dan kebencian Ibas pada Ikang sepertinya sampai kapanpun tak akan selesai.

Semua ini gara-gara ayah.

Ibu meninggal juga gara-gara ayah.

Ayah terlalu egois dengan karir politiknya.

Di kepalanya isinya cuma politik, politik, dan politik.

Tidak ada yang lain.

Hanya untuk politik ayah rela meninggalkan keluarga dan perusahaan.

Di depan kamera televisi saja ayah bicara soal mengurus bangsa, negara, rakyat.

Tapi nyatanya ngurus keluarga sendiri, istri dan anak-anaknya, ayah sudah sangat kedodoran.

Di ruang sidang Dewan Yang Terhormat, ayah memberi kesempatan anggota Dewan bicara menyampaikan pendapat.

Tapi di depan istri dan anak-anaknya, ayah tampil sebagai diktator tulen.

Pernahkah ayah memberi kesempatan ibu bicara?

Pernahkah ayah memberi kesempatan kita menyampaikan pendapat?

Ayah menyiksa ibu sehingga dia tertekan.

Ayah menjajah kita sehingga kita frustasi.

Iben berhenti sejenak.

Dia tidak peduli kakaknya mendengarkan atau tidak.

Dia melanjutkan bicaranya.

Tidak pernah kusangka ibu meninggal karena serangan jantung akut.

Katakan, Kak! Katakan bagaimana aku harus ikhlas setelah melihat perlakuan ayah sebelum dan sesudah ibu meninggal.

Suami yang sama sekali tidak memperlihatkan kehilangan istri dan tidak pernah merasa bersalah tapi justru selalu menyalahkan?

Ibas lama diam tidak menjawab pertanyaan Iben.

Kamar itu kembali sepi.

Tapi sebentar kemudian, Ibas membalikkan badan menghadap ke arah Iben, dan berkata pelan seperti sedang mengigau.

“Ayah membeli waktu, ibu, dan kita dengan uang.”

Ibas melirik dan mendapati Iben sudah tertidur. (bersambung)

KOMENTAR : weesenha@gmail.com***

You Might Also Like

Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 70
7 Kegiatan yang Selalu Dirindukan saat Bulan Ramadan, Salah Satunya Ngabuburit
Kancil dan Buaya
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 50
Di Balik Bayang-bayang Kasih Sayang – 72
TAGGED:Di Balik Bayang-bayang Kasih SayangnovelWardjito Soeharso
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Universitas Diponegoro Launching Bio Smart and Safe Bus 'Bus Anticovid' Pertama di Indonesia. Gambar: Instagram biosmartandsafebus Universitas Diponegoro Launching Bio Smart and Safe Bus ‘Bus Anticovid’ Pertama di Indonesia
Next Article Boyamin Saiman Desak Pemerintah Tidak Kenakan Pajak Royalti Seniman
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow
- Advertisement -
Ad image

Latest News

Azzahra, Pramuka Garuda SMA Negeri 1 Banjarnegara: Sang Juara Eagle Scout Penegak Putri 2026,
Banjarnegara Jateng
Zulfikar Al Habsy, Sosok Pemuda Inspiratif Banjarnegara Lolos Paskibraka Provinsi Jawa Tengah
Pendidikan
Pramuka Garuda Penegak SMA Negeri 1 Banjarnegara Bersiap Diri dalam Lomba ESA Tingkat Provinsi Jawa Tengah
News
68 Peserta Resmi Ikuti Pradana Wiyata Permadani Banjarnegara Angkatan XIII
Banjarnegara
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”55″]

© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?